Dihadang, Dua Anggota TNI Ditembak di Danau Habema

JAYAPURA- Dua anggota TNI dari Yonif Yonif 751/VJS  bernama Pratu Panji dan Pratu Sirwandi ditembak Kelompok Kriminal Separatis Bersenjata (KKSB) di Jalan Ujung Aspal, Danau Habema, Jumat (16/8). Sekira pukul 15.15 WIT.

Dari data yang diterima Cenderawasih Pos, Pratu Panji (Tabakpan Satgas Yonif RK 751/VJS) mengalami luka tembak pada bagian lengan kiri dan lecet akibat peluru pada paha kanan dengan Kondisi saat ini sadar. Sementara Pratu Sirwandi (Tabakpan Satgas Yonif RK 751/VJS) mengalami luka tembak pada selangkangan dalam bagian paha kiri tembus ke pinggang. Kondisi saat ini masih kritis dan belum sadarkan diri.

Dari kronologi kejadian, sekira pukul 11.00 WIT, 12 orang pers Batalyon 756 dan 751 Dpp. Serka David melaksanakan Serpas dari Mbua menuju Wamena menggunakan dua Ran Hilux, setelah melaksanakan Dorlog pada tanggal 15 Agustus 2019.

Sekira pukul 15.15 WIT, di jalan Ujung Aspal Danau Habema. Terjadi penghadangan oleh anggota KKSB diperkirakan menggunakan senjata api jenis Minimi, sehingga mengakibatkan 1 mobil mengalami rusak berat dan du personel tertembak.

Sekira pukul 15.30 WIT, Serka David memerintahkan untuk melaksanakan pengunduran dengan kondisi salah satu Ban mobil Hilux terkena tembakan, dikarenakan melihat situasi dan kondisi tidak memungkinkan. Sehingga 1 ran hilux ditinggalkan dan tim pergi hanya menggunakan 1 ran hilux.

Sekira pukul 17.00 WIT, 12 personel dipimpin Serka David telah tiba di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Wamena dan melaksanakan evakuasi terhadap dua personel yang terkena tembakan.

Sementara itu, Pangdam XVII/Cenderawasih, Mayjen TNI Yosua Pandit Sembiring, telah memerintahkan seluruh personel pos-pos Satgas Pamrahwan meningkatkan kesiapsiagaan dan mengawasi jalan-jalan maupun medan-medan yang kemungkinan dijadikan sebagai jalan pelarian KSB tersebut.

“Situasi di sana sudah kondusif. Namun demikian kita tetap mewaspadai kemungkinan KSB yang memanfaatkan momentum peringatan HUT RI untuk melakukan aksi teror baik terhadap aparat keamanan maupun masyarakat,” kata Pangdam.

Masyarakat tidak perlu takut, Kodam sendiri telah berkoordinasi baik dengan Polda maupun Pemda setempat untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat. (fia)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *