Didemo Warga di Wamena, Ini Penjelasan Telkomsel

DEMO DAMAI: Ratusan warga saat melakukan aksi demo damai di halaman Grapari Telkomsel Wamena, Jumat (16/8) .

WAMENA- Masyarakat Jayawijaya menjadi sangat kecewa dengan jawaban Manager Network Telkomsel Jayapura, Hermawan Budiman yang mengakui jika Telkomsel tak berdaya untuk menghadapi buruknya jaringan internet di Kabupaten Jayawijaya yang tak kunjung membaik dari tahun ke tahun yang dirasakan oleh masyarakat.

Hal ini diungkapkan di depan ratusan massa pendemo yang digagas oleh Jurnalis Wamena di halaman kantor Grapari Telkomsel Wamena, Jumat (16/8).

Telkomsel tak bisa berbuat banyak dan hanya bisa menunggu proyek Palapa Ring Timur selesai untuk bisa memenuhi jaringan yang baik.

“Kami tidak bisa berbuat banyak dengan lambatnya koneksi internet di Wamena. Kami hanya bisa menunggu jaringan dari Palapa Ring Timur yang akan segera diaktifkan,”ungkapnya.

Ia juga mengaku jika untuk Wamena ada beberapa tempat yang menjadi prioritas. Seperti pusat pemerintahan, keamanan , rumah sakit dan beberapa tempat lainnya. Untuk itu, tak semua tempat bisa mendapat jaringan yang baik di Wamena.

“Kita di Wamena ini masih menggunakan satelit sehingga terbatas kualitas jaringan yang disediakan Telkomsel di Wamena,”ujar Hermawan Budiman.

Hermawan menambahkan, jika untuk jaringan internet di Wamena saat ini sudah 380 Mbps dan ini sudah mentok dan tak bisa ditambah lagi. Untuk itu, akses jaringan internet yang terkesan lambat dalam kota Wamena.

Sementara Koordinator Aksi, Naftali Pawika yang juga sebagai Kontributor TVRI Papua dan Wartawan Kawat Timur. id di Wamena mengakui jika aksi ini digagas oleh jurnalis yang ada di Wamena karena merasa peduli dengan apa yang dirasakan oleh masyarakat yang selama ini tak bisa mendapat pelayanan yang baik di Jayawijaya.

“Aksi ini digagas wartawan Wamena yang membawa aspirasi masyarakat. Selama ini memang masyarakat yang menjadi korban tapi mereka tak berani bicara. kali ini kami menyambungkan aspirasi itu,”beber Naftali di depan pimpinan Telkomsel Jayapura.

Naftali juga menyampaikan jika apa yang menjadi penyampaian dari pihak Telkomsel kepada masyarakat sama sekali tidak masuk dalam tuntutan yang diajukan kepada Telkomsel. Sehingga dalam aksi ini masyarakat sangat kecewa dengan layanan dan jawaban yang diberikan oleh Telkomsel.

” Mereka menyampaikan pokok permasalahan terlalu melebar tidak terfokus pada tuntutan, tapi mereka mengaku tidak bisa melakukan apa-apa ,”kesalnya.

Ia juga menegaskan Telkomsel diberikan waktu satu bulan untuk memperbaiki jaringan ini, kalau apa yang menjadi tuntutan ini tak di indahkan maka ia memastikan akan menjadikan halaman Grapari Wamena sebagai tempat pembuangan akhir .

“Kita komitmen dengan apa yang kita bicarakan hari ini, menjadikan kantor Grapari Telkomsel sebagai TPA sampah di Wamena,”tegas Naftali. (jo)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *