ULMWP dan KNPB Harus Cerdas, Uncen Bukan Arena Pertarungan Politik

Calon mahasiswa baru Uncen ketika mengikuti Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru di halaman auditorium Uncen, (Kamis 15/8). Gamel/cepos

JAYAPURA  Bukan Uncen namanya jika tak ada sensasi. Tak hanya aksi palang, bahkan dalam penerimaan mahasiswa baru juga kerap terdengar ajakan menyuarkaan aspirasi Merdeka. Hal ini disinyalir tak lepas dari jaringan KNPB maupun ULMWP yang nampaknya masih menempel di dalam kampus. Teriakan Papua merdeka yang dikomandoi oknum panitia pada Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB) nyaring terdengar. Terkait ini salah satu akademisi Uncen, Marinus Yaung mengingatkan agar KNPB dan ULMWP berfikir cerdas bahwa kampus Uncen bukanlah arena pertarungan politik untuk mereka.
“Uncen adalah lemaga pendidikan dan jangan mengambil ksempatan menunggangi civitas akademik dalam pengenalan kampus untuk tujuan kepentingan perjuangan mereka. Mempolitisasi mahasiswa untuk membangun citra atau propaganda di dunia internasional. Tidak dewasa namanya,” beber Yaung melalui ponselnya, Kamis (15/8).

 Ia meminta KNPB maupun ULMWP bersikap sebagai aktifis yang tidak memanfaatkan mahasiswa yang belum paham apa-apa. “Jangan pengaruhi, mendoktrin dan menggiring dengan menunggangi mereka (mahasiswa untuk kepentingan kalian,” cecarnya.
KNPB dan ULMWP harus melihat Uncen sebagai lembaga yang harus dijaga dirawat untuk meningkatkan kualitas dan kompetensi mahasiswa asli Papua untuk menghadapi era globalisasi yang serba kompetitif. “Jangan merusak lembaga Uncen yang akhirnya merugikan semua, terutama mahasiswa ini. Sekali lagi Uncen bukan arena pertarungan politik. Harus paham itu. Dan untuk mahasiswa, tidak ada orang tua yang ingin anaknya bodoh atau seperti kambing congek yang diatur orang di luar Uncen,” sindirnya. (ade)

2 thoughts on “ULMWP dan KNPB Harus Cerdas, Uncen Bukan Arena Pertarungan Politik

  1. Terimah Kasih banyak buat beritanya.

    saran saya buat Cepos, jika menulis berita. Tolong ejaannya di perhatikan supaya tidak ada kekurangan huruf dalan penulisan berita. Di dalam news ini ada beberapa ejaan yang kekurangan huruf dan bagi saya ini hal kecil yang harus di perhatikan dalam pengeditan berita sebelum di posting.

    Thank you

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *