Hilang 3 Hari, Guru SMKN 3 Ditemukan Tak Bernyawa

Jenazah korban saat berada di ruang jenazah rumah sakit bhayangkara Jayapura

JAYAPURA-Seorang guru SMK Negeri 3 Jayapura bernama Rusli Makasau (55), Rabu (14/8) kemarin ditemukan tak bernyawa di jalan tembus Perumnas IV Padang Bulan-Perumahan Graha Yotefa menuju Perumnas I Waena. Korban ditemukan dengan posisi terduduk menggunakan helm dan sudah berbau. Belum diketahui apa penyebab kematiannya namun diduga korban tewas karena kekerasan.

Setelah mendapatkan informasi ini Polisi langsung mendatangi lokasi dan melakukan olah TKP. Tak lama setelah itu jenazah dibawa ke RS Bhayangkara untuk dilakukan visum.

Dari informasi yang diperoleh Cenderawasih Pos, jenazah korban ditemukan sekira pukul 10.00 WIT di jalan tembus Perumnas IV Padang Bulan-Perumahan Graha Yotefa menuju Perumnas I Waena. Jenazah ditemukan saksi bernama Rimon (28) melintas di lokasi kejadian dan mencium bau busuk yang menyengat. Saksi kemudian memutuskan untuk mengecek sumber bau tersebut.

Tak lama kemudian ia berhasil menemukan tempat asal bau tersebut dan ternyata berasal dari tubuh seorang pria yang posisinya sedang terduduk dan bersandar di selokan dengan ke dalaman sekitar satu setengah meter.

Kaget dengan temuan ini, saksi langsung melapor kepada Nesi Ketua RT 004, Perumnas IV dan diteruskan dengan melapor ke Polsek Abepura. Sekira 30 menit kemudian, anggota Polsek Abepura yang dipimpin Aipda Abdullah Ruma’af tiba di lokai kejadian dan langsung mengamankan lokasi. Tak lama berselang tim identifikasi tiba dan melakukan olah TKP. Sekira pukul 11.30 WIT, jenazah dievakuasi ke RS Bhayangkara untuk dilakukan visum.

Informasi yang diperoleh Cenderawasih Pos dari hasil visum luar terdapat luka akibat benda tajam di bagian dada sebelah kiri dan luka lebam bagian pipi. Sayangnya dari kasus ini Kapolsek Abepura, AKP. Clief Gerald Philipus Duwith enggan berkomentar banyak. “Saya belum berani memberikan keterangan, takut salah,” singkat Kapolsek.

Secara terpisah, Kapolres Jayapura Kota AKBP Gustav R Urbinas yang dikonfirmasi melalui Kasubag Humas Polres Jayapura Kota Iptu Jahja Rumra mengatakan kasus tersebut telah ditangani oleh Sat Reskrim Polres Jayapura Kota. “Dugaan kami yang bersangkutan sebagai korban pembunuhan,” ucap Jahja.

Lanjutnya, dugaan kuat korban telah meninggal lebih dari satu hari mengingat kondisi jenazah sudah dalam keadaan membusuk serta mengeluarkan aroma tidak sedap. Bahkan ketika dievakuasi dari lokasi kejadian, kondisi jenazah sudah bengkak dan mengeluarkan aroma tidak sedap diperkirakan jenazah korban sudah tiga hari di TKP.

Ia menduga jenazah tersebut merupakan korban dari kasus pencurian disertai kekerasan. Mengingat dari hasil visum terdapat luka tusukan benda tajam di bagian dada korban. Selain itu motor serta handphone milik korban tidak ditemukan saat dilakukan olah tempat kejadian perkara.

“Korban hilang tiga hari baru ditemukan. Dugaan sementara kasus pencurian dengan kekerasan mengakibatkan korban meninggal dunia. Bahkan saat ditemukan, ada luka tusuk di dada sebelah kiri. Kasus ini kami akan dalami lagi,” tuturnya.

Atas temuan jenazah yang diduga merupakan korban curas tersebut, pihaknya akan melakukan penyidikan dan penyelidikan guna mengungkap siapa pelaku dari aksi tersebut.

Secera terpisah, Ramli kakak kandung korban menyebutkan pihak keluarga mengetahui informasi tersebut setelah pihak kepolisian mendatangi rumah almarhum di Perumnas 4 Padang Bulan yang tak jauh dari lokasi penemuan jenazah.

“Memang saat ditemukan sekira pukul 13:00 WIT, tidak ada kartu identitas di tubuh korban. Namun saat dilakukan sidik jari baru diketahui alamat korban dan pihak kepolisian langsung mendatangi rumah almarhum,” ujar Ramli saat ditemui Cenderwasih Pos di RS Bhayangkara Polda Papua, Rabu (14/8) malam.

Menurut Ramli, adiknya pergi dari rumah sejak Senin (12/8) usai magrib dengan tujuan ke ATM sekaligus mengantar anaknya yang kedua untuk mengambil ijazah yang sekolah di Sentani. Korban dan anaknya disebutkan masing-masing menggunakan kendaraan dimana korban menggunakan sepeda motor Yamaha Vixion. “Jadi selama itu istri almarhum tidak menghubunginya, karena dikira menginap di rumah neneknya bersama anaknya,” jelasnya.

Namun saat mendengar informasi dari Kepolisian yang mendatangi kediamannya, istri korban sangat kaget dan memberitahu ke semua keluarga besar bahwa korban ditemukan sudah tak bernyawa dan saat itu suda ada di RS Bhayangkara. “Saya melihat jenazah alarhum mendapat satu tusukan tapi menembus hati, jantung bahkan lambung,”paparnya.

Dengan melihat kondisi jenazah korban yang merupakan guru di SMKN 3 Jayapura tersebut, Ramli mengatakan tidak memungkinkan untuk dipulangkan ke kediamanya. “Nanti akan saya makamkan di Buper, Kamis (15/8). Untuk rencana singah ke kediamannya sebelum dimakamkan atau dari RS Bhayangkara langsung ke pemakaman, nanti tergantung keputusan keluarga besar,” tambahnya.

Terkait peristiwa yang menimpa korban, Ramli berharap pihak kepolisian untuk bisa mengungkapnya dan menangkap pelaku untuk diproses hukum.

Sementara itu, beredar informasi bahwa pada Minggu (11/8) malam, ada warga Perumnas IV Padang Bulan yang melintas di Jalan tembus Perumnas IV Padang Bulan-Perumahan Graha Yotefa menuju Perumnas I Waena, melihat ada warga yang dikeroyok sekelompok orang. Warga tersebut tidak mengetahui siapa yang dikeroyok karena ia takut untuk berhenti. Namun menurutnya, sekelompok orang yang diduga melakukan pengeroyokan tersebut, dalam kondisi dip-engaruhi minuman keras. (ade/fia/kim/nat)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *