Jembatan Kertosari Terancam Putus, Pemprov Jangan “Tutup Mata”

Jembatan Kertosari yang terancam putus setelah dilanda banjir bandang Maret lalu, Rabu (14/8) (Robert Mboik Cepos)

SENTANI-Jembatan Kertosari yang menghubungkan Sentani menuju Depapre terancam putus setelah dihantam banjir bandang yang terjadi pada Maret lalu. Kondisi ini menimbulkan keresahan bagi para pengguna jalan khususnya yang melintasi Jalan Sentani Depapre.

“Jembatan ini sedikit lagi mau putus, setiap kali kendaraan lewat sini sedikit takut karena kondisinya sudah hampir putus,” ungkap Victor salah satu sopir truk saat ditemui di lokasi tersebut, Rabu (14/8).

Dari pantauan koran ini terlihat dua tembok penopang di kedua sisi jembatan itu sudah mengalami keretakan yang sangat besar. Kondisi itu membuat jembatan ini tidak lagi terlihat normal karena sudah mengalami kemiringan yang disebabkan adanya pengikisan didasar tembok penopang jembatan tersebut.

“Ini hanya menunggu waktu saja untuk dia roboh,” katanya.

Sebagaimana diketahui, jalan itu merupakan kewenangan dari pihak propinsi Papua. Sehingga kewenangan untuk memperbaiki jembatan yang hampir roboh itu merupakan kewenangan pihak propinsi Papua. Sebenarnya persoalan jalan propinsi yang menghubungkan Sentani ke Depapre itu bukan saja pada persoalan rusaknya jembatan itu. Tetapi yang paling besar adalah peraoalan rusaknya jalan disepanjang lintasan menuju Depapre.

Wargapun berharap, pemerintah propinsi Papua tidak tinggal diam dengan kondisi itu. Sebab keberadaan jalan ini sebenarnya menjadi sarana yang amat penting bagi berkembangnya ekonomi masyarakat.

“Melalui jalan ini kami memasarkan hasil pertanian, hasil laut. Kami tidak mengharapkan uang dari pemerintah, cukup perbaiki jalan ini. Itu sudah sangat luar biasa. Jangan kemudian pemerintah tidak mau tahu dengan kondisi ini,” ungkap Arman. (roy)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *