Pemkot Perlu Keluarkan Edaran untuk Bar yang Tutup Mata

JAYAPURA – Adanya kondisi sosial masyarakat yang menyajikan hiburan malam dengan mendatangkan artis ibu kota hingga menyedot warga dari berbagai umur untuk datang menyaksikan dianggap patut diberi perhatian khusus. Sekretaris Komisi V DPR Papua, Nathan Pahabol ikut prihatin dengan kondisi tersebut apalagi sempat disampaikan bahwa ada wanita berhijab yang ingin masuk bar karena ada artis idolanya manggung.

Terkait ini Ia berpendapat bahwa Pemkot Jayapura perlu memulai dengan surat edaran yang diberikan ke tempat hiburan malam. “Jadi bar atau diskotik yang biasa mendatangkan artis ini juga perlu selektif dalam menerima tamu. Tidak semua umur boleh masuk dan itu perlu dijadikan aturan,” kata Nathan, Selasa (13/8).

Selain itu meski tak ada aturan untuk siapa artis yang boleh dan tidak untuk didatangkan namun dari kondisi yang disebutkan di atas paling tidak pengelola atau pemilik tempat hiburan malam ini juga mempertimbangkan tentang siapa yang dianggap layak didatangkan.

“Jangan justru diundang kemudian yang nonton anak-anak atau orang yang tidak seharusnya mengunjungi bar,” jelasnya. “Apalagi setahu saya Jayapura ini sedang mengejar status Kota Layak anak,” bebernya.

Kata Nathan di Papua mayoritas orang kristen dan ada pendidikan karakter dan rohani yang cukup kuat. Lalu dibalut dengan ajaran Gereja diyakini semakin matang. Namun dari pergaulan yang tidak dibarengi dengan batasan umur dikhawatirkan akan merusak moral. “Orang tua juga perlu mengawasi dan surat edaran juga patut dipatuhi. Kami sampaikan kepada pengusaha bisnis untuk ada batasan yang harus dipatuhi,” imbuhnya.

Nathan juga berharap harus ada kontrol dengan melibatkan Satpol PP dan kepolisian. “Lakukan sidak dan jika anak anak-anak atau bahkan mempekerjakan anak-anak itu langsung beri sanksi. Ini kita bicara moral masa depan anak-anak,” pungkasnya. (ade/gin)

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *