Percepat Persidangan Oknum Anggota TNI

Frits Ramandey (Elfira/Cepos)

JAYAPURA- Komnas HAM meminta proses persidangan Serka Fajar yang terlibat dalam penembakan yang menewaskan empat warga dan satu warga lainnya luka berat di Distrik Fayit Kabupaten Asmat pada 27 Mei lalu diproses secepatnya. Hal ini untuk menjaga kepercayaan publik terhadap TNI.

Kepala Komnas HAM Perwakilan Papua Frits Ramandey mengatakan, sebelumnya sudah ada komitmen dari Kodam XVII/Cenderawasih untuk percepatan penyelesaian kasus Fayit. Komnas HAM sendiri belum mengecek proses kasus tersebut.

“Sebelumnya, Pangdam telah menyatakan sikap di depan korban dan Komnas HAM bahwa kasus penembakan di Fayit segera diperoses penegakan  hukumnya,” ucap Frits saat dikonfirmasi Cenderawasih Pos melalui telfon selulernya, Senin (12/8).

Komnas HAM sendiri mendorong agar proses ini harus berjalan  dan tidak diam di tempat, mengingat pelaku sendiri sudah ditangkap pasca kasus penembakan yang terjadi pada 27 Mei silam. Selain itu, proses sidang terbuka untuk umum supaya diketahui public tetapi juga dalam  rangka  menjaga kepercayaan public terhadap institusi TNI.

“Kita tidak tahu apa masalahnya di penyidik POM sehingga proses hukum terhadap kasus ini terkesan lambat, namun prinsipnya ini harus disidangkan. Apalagi Pandam telah memberikan janji di depan korban dan keluarganya secara langsung saat membesuk korban di RS Bhayangkara pada Juni lalu,” terangnya.

Kasus penembakan yang terjadi di Distrik Fayit menjadi atensi  Komnas  HAM, apalagi Komnas HAM terlibat dalam proses rekonstruksi dan pendampingan korban.

Secara terpisah, Kepala Penerangan Kodam XVII/Cenderawasih Letkol Daryanto mengatakan kasus penembakan yang terjadi di Distrik Fayit sudah masuk dalam proses hukum. Ini artinya persidangannya tinggal menunggu waktu.

“Kita tidak bisa intervensi soal hukumnya, yang pasti proses persidangannya tinggal menunggu waktu,” ucapnya  saat dikonfirmasi melalui telfon selulernya, Senin (12/8)

Yang pasti lanjut Kapendam, proses persidangannya akan digelar secara terbuka untuk umum. Sebab Kodam XVII/Cenderawasih sendiri transparansi dalam kasus ini, sementara Serka Fajar sendiri sudah diamankan di ruang tahanan Militer sembari menunggu proses persidangan. (fia/gin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *