Pantau Bisnis Objek Pajak, Pasang  50 Alat Perekam

Sekretaris Bapenda Kabupaten Biak Numfor Kamaruddin, SPd.,MM ketika diwawancarai wartawan, kemarin. (Fiktor/Cepos)

BIAK- Sistem pemungutan pajak terus  ditertibkan Pemerintah Kabupaten Biak Numfor. Hal itu dilakukan dalam rangka mengoptimalkan potensi pendapatan daerah yang selama ini dinilai masih sangat kurang. Salah satunya yang akan dilakukan dalam waktu dekat adalah dengan alat perekam transaksi (tapping box) di objek pajak, seperti hotel, restoran, café dan sejumlah lainnya.

  Sekretaris Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Biak  Kamaruddin, S.Pd.,MM  menuturkan, pihaknya berencana memasang alat  perekam atau tapping box dengan bekerja sama dengan Bank Papua. Kerja sama dengan Bank Papua untuk pemasangan alat perekam itu karena pembayaran pajak dilakukan secara online melalui Bank Papua.

   Menurutnya, dalam waktu dekat sebanyak 50 buah tapping box yang akan dipasang0000000000 di objek-objek pajak dengan maksud untuk memantau setiap transaksi dunia usaha. Dengan begitu, maka kemungkinan adanya dunia usaha yang memanipulasi jumlah setoran pajak dapat diminimalisir.

   “Dengan pemasangan tapping box ini akan memberikan kemudahan bagi kami untuk melakukan pemantauan, sebab alat itu akan connect juga ke Bapenda dan dapat dipantau secara langsung.  Dengan alat itu nantinya bisa lihat transaksinya seperti apa, omzetnya berapa, jadi tidak lagi ada alasan yang memungkinkan pelaku usaha melakukan penyetoran yang lebih rendah,” katanya kepada wartawan, kemarin.

  Dikatakan, bahwa pemassangan 50 alat tapping box itu adalah tahap pertama sehingga kedepan akan terus ditambah. Diupayakan semua tempat usaha khususnya transaksi sumber pendapatan pajak terpasang papping box, sehingga memudahkan dalam melakukan pengawasan.

  Dia juga mengatakan, bahwa saat ini pihaknya kembali melakukan penataan ulang terhadap  tata kelola Pajak Bumi Bangunan (PBB). Pasalnya, sejak kewenangan diserahkan dari Direktorat Jenderal Pajak kepada Pemerintah Daerah masih banyak data yang semerawut.

   “Pengelolaan PBB ini memang perlu ditata ulang, jadi piutang ini masih belum jelas mana yang masih dapat ditagih dan yang tidak. Ini akan kami hitung dulu, baru kemudian ambil langkah selanjutnya apakah akan diputihkan atau seperti apa, dan ini sementara kami persiapkan,” jelasnya.

   “Jadi tapping box ini sengaja dipasangan untuk merekam transaksi di sejumlah objek pajak yang selama ini mereka laporkan sendiri atau sistem self assessment,” ujarnya lagi.(itb).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *