Majelis Hakim Tolak Keberatan Terdakwa Pemerkosaan

Terdakwa  LG seusai mengikuti sidang beberapa waktu lalu. Keberatan yang diajukan  terdakwa atas surat dakwaan yang dibacakan  JPU ditolak Majelis Hakim Pengadilan  Negeri Merauke, Selasa (13/8) . 

MERAUKE-Majelis Hakim Pengadilan Negeri Merauke menolak keberatan atau eksepsi yang diajukan oleh  terdakwa   kasus  pemerkosaan di Merauke  berinisial LG (22) melalui penasihat hukumnya  Betsy R. Imkotta, SH dan Edwardus  D. Shakti, SH   dalam sidang putusan sela    terhadap perkara  tersebut, Selasa (13/8).

   ‘’Terhadap   eksepsi atau keberatan dari terdakwa  tersebut, Majelis   Hakim dalam amar putusan selanya menyatakan tidak menerima  keberatan atau eksepsi yang diajukan   oleh penasihat hukum terdakwa  tersebut,’’ kata  Humas Pengadilan Negeri Merauke Rizki  Yanuar, SH, MH  yang  juga salah satu hakim anggota   terkait perkara tersebut kepada wartawan seusai putusan sela dibacakan.

      Menurut  Rizki Yanuar, dengan   tidak diterimanya   keberatan yang diajukan  terdakwa atau  penasihat hukum terdakwa  tersebut maka  sidang selanjutnya adalah pembuktian  melalui  pemeriksaan para saksi, korban maupun terdakwa.  Dengan penolakan keberatan ini, maka   tercatat 2 kali   pengadilan menolak keberatan yang diajukan terdakwa atau penasihat hokum terdakwa.

  Pertama, saat mempraperadilankan Polres Merauke terkait dengan penangkapan dan penetapan   yang bersangkutan sebagai  tersangka.  Namun dari praperadilan    terhadap Polres Merauke  tersebut, Hakim Tunggal Pengadilan  Negeri Merauke menolak praperadilan yang  diajukan. Kemudian setelah pembacaan surat dakwaan oleh Jaksa Penuntut Umum,   terdakwa melalui  penasihat hukumnya  mengajukan kekeberatan  terhadap  surat dakwaan   tersebut. Namun lagi-lagi, Majelis Hakim    menolak   keberatan yang diajukan tersebut.

      Untuk diketahui pada tingkat penyidikan  di kepolisian  Polres Merauke,    terdakwa melalui  kedua Penasihat Hukumnya tersebut  mengajukan praperadilan    atas  penahanan yang dilakukan   polisi terhadap   yang bersangkutan dan penetapan  yang bersangutan sebagai tersangka. Namun Praperadilan yang diajukan  terdakwa  tersebut dimenangkan Polres Merauke.

   Kasus pemerkosaan ini terjadi  terhadap seorang korban  berumur 22 tahun yang baru datang dari Jawa. Kemudian saat sedang tidur-tidur sambil main   HP, toba-tiba terdakwa datang dengan  menggunakan topeng dan meminta berhubungan badan dengan korban dengan  ancaman parang  ditangannya. Karena  ketakutan korban melayani  nafsu bejat pelaku.   (ulo/tri)   

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *