LK dan JBR Berpeluang Duduki Kursi Ketua DPRP

Meski Tidak Memimpin Demokrat Mengaku Tidak Panik

JAYAPURA – Partai Nasional Demokrat (Nasdem) hampir bisa dipastikan akan menduduki kursi pimpinan DPR Papua periode 2019 – 2024. Dengan selisih 20.192 dari Partai Demokrat, Nasdem Papua perlu menyiapkan satu sosok yang akan duduk sebagai pimpinan lembaga yang baru menempati gedung baru tersebut.

Dua nama yang belakangan muncul ke publik dan mendapat dukungan kelompok masyarakat adalah Laurensuz Kadepa (LK) dan Jhon Banua Rouw (JBR). Jika melihat catatan keduanya secara angka Jhon Banua unggul dalam perolehan suara 17 April lalu namun mantan Politisi Partai Demokrat ini baru saja bergabung dengan Partai Nasdem.

Sementara Laurenz Kadepa sendiri merupakan kader murni Partai Nasdem namun kalah jumlah suara. Nama lain yang memungkinkan diusung adalah Herlin Beatrix Monim yang sudah mencicipi kursi DPRP satu periode.

Terkait ini Laurenz mengaku semua masih menunggu keputusan partai. Apapun hasilnya semua wajib didukung. “Soal dukungan kepada masing-masing orang itu aspirasi dan tidak masalah, siapa saja punya hak untuk didukung oleh konstituen mereka termasuk bila menginginkan anggota DPR tersebut menjadi pimpinan DPR,” kata Laurenz, Selasa (13/8).

Kadepa menyampaikan hingga kini belum ada rapat atau keputusan yang dilakukan oleh DPP partai. Secara aturan partai dikatakan nantinya DPW mengirimkan dua nama ke DPP untuk kemudian diputuskan sesuai ketentuan dalam peraturan organisasi.

“Kami siap saja apapun yang diputuskan partai, toh ini bukan untuk siapa-siapa tetapi demi menjalankan amanah rakyat yang diberikan melalui lembaga ini,”katanya.

Sementara itu setelah Mahkamah Konstitusi (MK) memutuskan bahwa tak ada satupun sengketa Pilkada dari Papua yang dikabulkan. Fraksi Demokrat DPRP sebagai pemegang tampuk pimpinan yang juga mengantongi 8 kursi sama seperti Nasdem hanya saja kalah jumlah suara. Nasdem meraih total 450.840 suara sedangkan Partai Demokrat meraih 430.648 suara atau selisih 20.192 suara.

Namun terkait putusan ini Partai Demokrat nampaknya tak terlalu panik. Kondisi ini dianggap sudah biasa dan sebagai politisi apapun hasilnya harus diterima. “Semua berlandas aturan dan ini harus diikuti. Kami hanya peserta dan penyelenggaranya itu pemerintah lewat KPU dan tahapan sudah berakhir dan MK sudah memberi putusan seperti itu sehingga patut dihormati,” kata Ketua Fraksi Partai Demokrat DPRP, Jefri Kaunang, Selasa (13/8).

Politikus kata Jefri harus memiliki jiwa besar dan tetap bersikap fair atas hasil apapun dan Partai Demokrat tak kaget bila ada hasil yang tak sesuai.

“Kami gentle saja soal ini dan kalau ditanya apa ada sentimen dengan partai yangmenang kami pikir itu bukan saatnya. Kami tetap akan bersama-sama sebab keberadaan kami bukan soal partai ke partai tapi bagaimana menjalankan apa yang diamanahkan oleh rakyat,” tegasnya. Begitu juga soal siapa yang memimpin nanti dikatakan semua pasti memiliki tujuan baik yakni bagaimana membuat Papua menjadi lebih baik. Menjadikan masyarakat lebih sejahtera dan berkeadilan.

Politisi yang berdomisili di Merauke ini menyatakan Partai Demokrat memastikan akan merangkul anggota yang ada yang bisa membentuk fraksi maupun yang tak bisa membentuk fraksi untuk mengawal kebijakan pemerintah.

“Yang jelas kami hadir bukan kepentingan partai ke partai. Yang terpenting adalah bagaimana roda pemerintahan diawasi dan tetap objektif memberikan penilaian,” katanya. Jadi siapapun yang sudah terjun ke dunia politik harus siap dengan putusan dan hasil apapun. Begitu juga ketika putusan terakhir sudah diturunkan maka semua pihak patut menghormati.

Sebelumnya Ketua DPRP, DR Yunus Wonda mengaku legowo jika akhirnya Partai Nasdem yang akan memimpin. “Itu pilihan rakyat. Sebagai politisi saya tetap berjiwa besar dan menerima sebab itu pilihan rakyat, tak ada jabatan yang abadi disitu. Jadi harus saling menguatkan dan jangan rakyat jadi korban. Toh tujuan DPR Papua semua sama, menjaga Papua mendorong tingkat kesejahteraan dan tetap mengawal kebijakan pemerintah dalam tugas pokok pengawasan,” beber Yunus belum lama ini dikediamannya. (ade/gin)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *