Waspada, Hp Mengikis Rasa Bangga Berbudaya

John Gobay

JAYAPURA – Kemajuan teknologi tak bisa dibendung. Namun bila tak dikelola secara bijak maka akan kebablasan dan mengikis apa yang menjadi kebiasaan. Bahkan menurut salah satu  politisi yang memiliki basic adat, John Gobay, saat ini teknologi perlahan-lahan tengah merenggut akar seni dan budaya. Pelan tapi pasti kebiasaan yang terbalut dalam seni dan budaya terkikis oleh yang disebut Hp. “Coba perhatikan atau tanyakan kepada anak generasi saat ini apakah mereka bisa menggunakan bahasa daerahnya atau tak ada lagi yang bisa menjadi penutur,” kata Jhon Gobay, Ahad (11/8)

Jhon melihat saat ini tak sedikit yang kebablasan dengan informasi dan fasilitas yang ada di Hp. Kemudahan dan hiburan yang hanya bermodal sentuhan membuat generasi muda Papua terbawa. Ini membuat sangat sedikit yang peduli terhadap kebudayaan dan adatnya dibanding dampak teknologi yang masuk dari luar. “Lihat saya banyak yang lebih  menyukai memosting wajah dengan berbagai gaya yang erotis dan jauh dari jati diri. Bahasanya yang penting eksis,” sindir Gobay. “Saya khawatir  ini membuat generasi muda Papua hanyut dalam seni dan budaya baru,” tambahnya.

Anak generasi sekarang kata Gobay mulai terlihat asing dengan busana adat. Mulai bingung dengan bahasa daerahnya. Yang dipahami hanyalah memantau medis sosial, memosting yang dianggap keren dan jauh dari tatanan maupun jati dirinya sendiri.

“Lebih hafal lagu dari luar dibanding lagu daerahnya. Dimana-mana mereka mendengar sambil berjoget. Ini potret kondisi  generasi kita saat ini,” tambahnya. Jhon menceritakan ada pengalaman menarik ketika berkunjung ke kantor Walikota Jayapura, dirinya mendengar lagu lagu asal Port Numbai. “Ini satu suasana yang bagus apalagi di semua kantor OPD. John berharap Wali Kota bisa mengistruksikan kepada para sopir, para kepala OPD, kepala sekolah dan perguruan tinggi agar ada hari hari terntu agar wajib memutar lagu lagu Papua serta ada hari hari tertentu menggunakan bahasa daerah  yang diawali dari kantor,” imbuhnya. (ade/wen)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *