Dua Rumah Sakit di Merauke Terancam Turun Kelas

MERAUKE- Dua rumah sakit di Kabupaten Merauke   Merauke  terancam turun status jika berbagai persyaratan  tidak dipenuhi.   Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua dr Aloysius Giay  kepada wartawan  di Merauke seusai mengikuti wisuda DIII Keperawatan Kemenkes,   mengungkapkan dari 14 rumah sakit di Papua yang terancam turun  status tersebut, dua diantaranya berada di Merauke. ‘’Kalau tidak salah, Rumah Sakit Bunda Pengharapan dan Rumah Sakit Angkatan Laut,’’ kata   Aloysius  Giay.

  ‘’Tapi saya lihat  di group WA  sepertinya mereka sudah penuhi semua persyaratan  tersebut. Mudah-mudahan tanggal 12      Agustus  besok,  sesuai dengan batas waktu yang diberikan mereka bisa naik    status kembali.  Ya, diharapkan  tanggal 12 Agustus besok semua persyaratan  itu masuk aplikasi di Kementran Kesehatan, sehingga satu dua hari kemudian kembali naik status,’’ jelasnya.

  Menurut Aloysius Giyai, kedua rumah sakit  tersebut  berstutus pratama. Dan jika   turun  kelas  maka akan menjadi puskesmas rawat inap.  ‘’Kalau sudah naik maka  bukan turunnya yang kita kejar. Tapi kita kejar yang  naik kelas lagi,’’ tandasnya.    

  Aloysius  Giyai menjelaskan, persyaratan administrasi yang belum dilengkapi kedua rumah sakit tersebut adalah  validasi data  asbak  atau  aplikasi   sarana prasana alat kesehatan yang datanya   kurang lengkap, SDM yang  validasi datanya tidak dilengkapi yang tidak dimasukkan dalam aplikasi.

  ‘’Sehingga  dinyatakan tidak memunuhi. Padahal kalau itu  asbaknya jalan   tidak jadi masalah.  Hanya persoalan dari rumah sakit,  malas  kasih data itu ke dinas kesehatan.  Karena  alurnya  data itu  diserahkan dari  rumah sakit ke dinas kesehatan setempat,   kemudian dinas kesehatan  memasukan data-data dari rumah  sakit yang bersangkutan ke dalam aplikasi  Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Karena semua  data itu  aplikasinya di dinas kesehatan. Tidak lagi di rumah sakit. Jadi  yang harus dibangun  adalah koordinasi antara rumah sakit  dengan dinas kesehatan masing-masing  Kabupaten/kota,’’ tandasnya.  (ulo/tri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *