Penataan Lingkungan RSUD Jayapura Mulai Dikerjakan

Proyek penataan lingkungan RSUD Jayapura yang diinisiasi Plt Direktur RSUD Jayapura, drg. Aloysius Giyai, nampak mulai dikerjakan, Jumat (9/8) lalu. (Gratianus Silas/Cepos)

JAYAPURA- Usai dilantik beberapa waktu lalu, Plt Direktur RSUD Jayapura, drg. Aloysius Giyai, M.Kes., segera melaksanakan programnya dalam penataan RSUD Jayapura, baik tata kelola lingkungan rumah sakit maupun administrasinya.

Untuk penataan lingkungan RSUD Jayapura, drg. Giyai sudah mulai merobak sejumlah hal. Berdasarkan pemantauan Cenderawasih Pos, perluasan jalan menuju Instalasi Gawat Darurat (IGD) telah dilakukan.  Tembok di depan ruang administrasi rumah sakit juga telah dirobohkan untuk ditata kembali. Terdapat pula bangunan baru di samping Kantor Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Provinsi Papua yang juga tengah dikerjakan.

Menyikapi hal tersebut, drg. Giyai menjelaskan bahwa perluasan jalan ditata kembali untuk dilalui dua arah. Jalur belakang pun sama halnya, yakni dua arah, tidak seperti saat ini yang masing-masing jalur satu arah saja.

Bahkan, Dinas PUPR Provinsi Papua telah diundang untuk melakukan pengukuran perluasan jalan tersebut, untuk kemudian dilakukan pengaspalan. Dengan demikian, jalan menuju RSUD Jayapura itu benar-benar diproyeksikan untuk kepentingan pelayanan rumah sakit.

Sedangkan masyarakat yang berdomilisi di belakang Gedung RSUD Jayapura akan diarahkan melalui jalan samping, sehingga tidak lagi melewati halaman rumah sakit.

“Tadinya kan ini amburadul, terutama jalur kendaraan, serta tidak ada cukup parkiran. Ini semua dilakukan dalam rangka penataan lingkungan rumah sakit yang kumuh, amburadul, yang tampaknya seperti terminal maupun pasar, kami tata sehingga lebih rapi. Kita kembalikan suasana dan wajah rumah sakit sebagaimana mestinya rumah sakit,” terang RSUD Jayapura, drg. Aloysius Giyai, M.Kes., menjawab Cenderawasih Pos, Minggu (11/8) kemarin.

Begitu pula dengan kendaraan umum, dalam hal ini angkutan kota (angkot) yang tidak akan lagi diperbolehkan menurunkan maupun mengangkut penumpang di halaman rumah sakit, seperti yang biasanya terjadi.

Sebaliknya, bangunan kamar jenazah yang saat ini akan dipindahkan pada September mendatang ke lokasi baru yang telah disedikan di bagian belakang rumah sakit. Ruang jenazah yang lama akan dialihfungsikan menjadi tempat angkot menurunkan dan mengangkut penumpang.

“Angkot tidak lagi menurunkan maupun mengangkut penumpang di halaman rumah sakit, kecuali memang mereka mau antar pasien gawat darurat. Sementara untuk pasien rawat jalan yang diantar, cukup sampai di tempat angkot yang kami sediakan itu saja,” tandasnya.(gr/ary)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *