Pelaksanaan FBLB Dorong Perputaran Ekonomi

Pelaksanaan Festival Budaya Lembah Baliem Ke 30 tahun 2019 (Denny/ Cepos)

WAMENA – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupten Jayawijaya memastikan jika perputaran perekonomian di Jayawijaya selama pelaksanaan Festival Budaya Lembah Baliem ke 30, banyak pedagang yang berada di lokasi pelaksanaan mendapat keuntungan dari menjajakan hasil kebunnya maupun souvenir  buatan maupun pabrikan.

   Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Jayawijaya Alpius Wetipo mengakui jika perekonomian untuk masyarakat di Lokasi FBLB, khususnya untuk kuliner hasil kebun seperti buah –buahan, kopi, souvenir khas Wamena, juga mendapat keuntungan yang cukup dari penjualan selama Festival Lembah Baliem.

  “Kalau dilihat dari yang berjualan di lokasi FBLB kemarin, memang mereka mengaku mendapat keuntungan dari kunjungan wisatawan baik lokal maupun mancanegara, sehingga waktu 3 hari itu benar –benar dimanfaatkan, namun kalau secara kolektif kami tidak mengetahui hal itu karena itu tanggungjawab dari OPD lainnya,”ungkapnya Sabtu (10/8) kemarin.

  Menurut Alpius, perdagangan di lokasi FBLB tidak hanya dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar. Namun juga dimanfaatkan oleh perajin souvenir dari Manokwari Provinsi Papua Barat. Bahkan dari Yogjakarta yang juga hadir untuk menjual kaos –kaos yang bermotif Noken Papua.

  “Meski pada hari pertama cuaca kurang mendukung, namun tidak menyurutkan masyarakat, wisatawan asing maupun lokal untuk datang menyaksikan FBLB, hal ini yang dimanfaatkan pedagang dan mereka puas dengan hasil yang dicapai, karena kami dari panitia menyiapkan beberapa tempat untuk mereka,”jelasnya

  Untuk keuntungan yang diperoleh, kata Alpius, masing –masing pedagang itu bervariasi, untuk kaos-kaos dan souvenir itu yang dapat didatakan mereka mendapat keuntungan hingga Rp 10 juta, bahkan hingga Rp 12 juta selama 3 hari penjualan. Sementara untuk pedagang kuliner, kopi, itu bisa meraih keuntungan Rp 3 juta- Rp 5 juta.

  Sementara itu, untuk tempat penginapan atau hotel –hotel yang ada dalam Kota Wamena, sebelum pelaksanaan FBPB semuanya sudah terisi penuh. Bahkan tamu dari Provinsi Papua juga kesulitan untuk mendapatkan hotel di Wamena.

  “Kalau untuk hotel kami dari panitia mengetahui jika memang sudah dipesan sejak jauh –jauh hari oleh wisatawan, sehingga untuk saat ini hotel masih penuh dan susah untuk mendapatkan penginapan di Wamena,”bebernya.(jo/tri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *