Di Sentani, 5 Ekor Sapi Ditemukan Mengandung Cacing Hati

SERAHKAN SAPI: Kepala Biro Kesra dan Kemasyarakatan Povinsi Papua, Naftali Yogi saat menyerahkan sapi kurban milik Presiden RI ke pengurus Masjid baitul Makmur Perumnas 1, Jumaat (9/8). (Takim/Cepos)

Sapi kurban Presiden Diserahkan di Masjid Baitul Makmur Perumnas 1

SENTANI- Lima ekor sapi kurban di Nasjid Al-Aqsa Sentani, Kabupaten Jayapura ditemukan mengandung cacing hati.

Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Kabupaten Jayapura, Dodi Samyana melalui  bidang kesehatan hewan, drh. Since  mengatakan meski mengandung cacing hati namun daging hewan tersebut tetap bisa dikonsumsi.

“Meski mengandung cacing hati tetapi dagingnya masih layak dikonsumsi, tetapi untuk hati yang mengandung cacing tidak boleh dikonsumsi,” jelasnya.

Dia mengatakan, jumlah tersebut dipastikan masih terus bertambah mengingat masih ada sejumlah masjid yang terus dipantau. Menurutnya, cacing yang ditemukan pada hati itu sebenarnya sangat berbahaya apabila langsung dikonsumsi oleh manusia. Karena dipastikan apabila dikonsumsi oleh anak-anak bisa menyebabkan iritasi yang dapat membahayakan tubuh.

Sementara itu asal muasal cacing itu sejauh ini diyakini dari siklus hidup sapi tersebut.”Biasanya sapi yang bercacing itu berasal dari daerah rawa, berlumpur misalnya ada keong mas yang sudah terpapar  cacing kemudian dimakan  sapi maka cacing itu akan hidup di dalam tubuh sapi,” ungkapnya.

Sementara itu, Sakarudin selaku  ketua Dewan Masjid Kabupaten Jayapura menyebutkan, dari jumlah data yang diterimanya jumlah hewan kurban yang disembelih tahun ini baik dari masjid, musala lembaga pendidikan pesantren diperkirakan mencapai 300-an ekor sapi. Sapi kurban ini tersebar di 60 masjid  yang ada di Kabupaten Jayapura.

“Data hewan kurban terus kami update dan sampai dengan pukul 12 WIT. Untuk sapi sebanyak 231 ekor dan kambing 31 ekor. Sehingga sampai selesai kami perkirakan sapi ini bisa mencapai lebih dari 300 ekor yang dikurbankan,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Biro Kesra dan Kemasyarakatan Povinsi Papua, Naftali Yogi menyerahkan sapi kurban dari Presiden RI, Joko Widodo di Masjid Baitul Makmur, Perumnas 1 Waena, Distrik Heram. Sapi yang diserahkan, Jumat (9/8) lalu tersebut, memiliki berat 751 kg.

“Kami Menyerahkan sapi ini ke Masjid Baitul Makmur dengan pertimbangan melihat lingkungan sekitar yang dihuni berbagai kalangan baik itu umat muslim maupun yang lainya,” ujar Naftali Yogi ke Cendrawasih Pos usai menyerahkan sapi kurban dari Presiden Joowi di Masjid Baitul Makmur Perumnas 1.

Dirinya berharap sapi kurban sumbangan Presiden Jokowi tersebut dibagikan bukan hanya untuk umat Muslim saja namun umat yang lainya juga diharapkan bisa dapat bagian.

“Pastinya kriteria yang kami tentukan untuk menentukan sapi korban milik Presiden ini hanya bersifat sementara saja. Namun pada perinsipnya semua masjid akan mendapatkan giliran  pada tahun yang akan datang,”bebernya.

Di tempat yang sama, Ketua Panitia Kurban Masjid Baitul Makmur, H. Abdul Rahman mengaku sangat bersyukur bisa dipercaya oleh pemerintah untuk membagikan sapi kurban milik Presiden Jokowi ke masyarakat baik umat Muslim maupun umat lainnya. “Kami berharap tiap tahun bntuan sapi kurban ini selalu diadakan dan akan dijadwalkan ke semua masjid yang ada di Jayapura atau Papua khususnya,” tambahnya.(roy/kim/nat)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *