Calon Pengantin Perlu Periksa Kesehatan Reproduksi 

Para petugas dari 25 puskesmas saat mengikuti sosialisasi dan pembekalan pentingnya kesehatan reproduksi bagi calon penggani di swiss belHotel Merauke, Sabtu (10/8). (Sulo/Cepos )

MERAUKE-Dinas Kesehatan Kabupaten  Merauke memberikan pembekalan  bagi para petugas   puskesmas sebagai ujung tombak  pelayanan kesehatan di tingkat  bawah tentang   pentingnya pemeriksaan kesehatan reproduksi  bagi calon pengantin.

   Kepala Bidang Kesehatan Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kabupaten Merauke Eri Akib menjelaskan,    pembekalan   bagi petugas  kesehatan di tingkat  puskesmas ini sangat penting sehingga dengan sosialisasi ini   para petugas  kesehatan di puskesmas  dapat memberikan pemahaman  bagi setiap calon  pengantin sekaligus   yang akan melakukan pemeriksaan kesehatan reproduksi bagi  setiap calon pengantin.

‘’Yang melakukan  pemeriksaan kesehatan di sini tidak hanya pihak  perempuan namun juga laki-laki. Jadi dua-duanya      penting untuk  melakukan pemeriksaan kesehatan reproduksi,’’ jelasnya. Salah satu pemeriksaan tersebut adalah pemberian imunisasi Tetanus Dikteri.    

     Menurut  Eri Akib,  bagi calon pengantin  perlu adanya kerja sama antara Dinas Kesehatan,  Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Merauke dengan tokoh agama.

‘’Kalau    yang dari Muslim, sudah jelas selama ini tidak dinikahkan     kalau tidak membawa  surat imunisasi dari KUA. Tapi kalau  yang   non muslim, tidak ada persyaratan bahwa harus ada kartu imunisasi,’’ jelasnya.    

     Eri Akib  menjelaskan,  perlunya  pemeriksaan kesehatan  bagi calon pengantin   khususnya  perempuan dengan pemberian  imunisasi  TD tersebut  untuk menghindari anak lahir  dengan infeksi tetanus.  ‘’Sebenarnya imunisasi ini  ada 5. Tapi untuk menjelaskan itu dari bagian  imunisasinya. Kalau kami hanya promosi   kesehatan,’’ terangnya.

  Selain  menyangkut    imunisasi TD, juga  pemeriksaan  HIV dengan tujuan   untuk diketahui status kesehatan yang  bersangkutan lebih awal.  Sebab, jika   hasil pemeriksaan  ternyata calon penggantinya  sudah  terinveksi  HIV, maka  ada penanganan khusus yang bisa diberikan  sehingga anak yang  dilahirkan  nanti  tidak  ikut positif.

  ‘’Karena sejak awal sudah diketahui statusnya  sehingga secara dini juga sudah ada penanganan khusus yang diberikan  kepada  pasangan tersebut ketika sudah resmi menikah,’’ tandasnya. Sosialisasi  ini, tambah Eri Akib,   diikuti petugas dari 25 puskesmas yang ada di Kabupaten Merauke. (ulo/tri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *