Soal Pencopetan Turis, Belum Dipastikan Keterlibatan Orang Dewasa

Denny/Cepos Nampak motor tanpa kunci yang Diamankan Aparat Kepolisian saat keluar dari tempat pelaksanaan FBLB.

Sekda Jayawijaya Minta Maaf Pada Turis yang Kehilangan Barang

WAMENA-Polres Jayawjaya memastikan tak ada keterlibatan orang dewasa dalam kasus pencopetan yang terjadi di tempat Pelaksanaan Festival budaya Lemba Baliem (FBLB) ke 30 yang menimpa para turis mancanegara. Para pelaku saat ini meski di bawah umur, namun sudah sering kali melakukan pencurian.

   Kapolres Jayawijaya Kasat Reskrim AKP. Suheriadi mengakui jika sejauh ini yang didalami ternyata mereka itu residivis. Artinya sudah melakukan hal itu berulang kali dengan modus copet. Modusnya, mereka ini mendekati turis, dan melihat situasi kalau yang bersangkutan lengah ia mengambil dompet , HP dan usia mereka ini masih sangat muda sekali seperti salah satu pelaku yang berhasil diamankan berinisial BH (11).

  “Mereka ini merupakan satu komplotan yang biasanya melakukan aksi pencopetan selama pelaksanaan FBLB ini berlangsung, dimana mereka ini ada 4 orang, sehingga untuk hari terakhir ini (kemarin.red) pihak kepolisian membawa BH ini berkeliling untuk mencari teman –temannya,” ungkapnya, Jumat (9/8) kemarin.

   Teman –teman dari pelaku BH ini belum tertangkap karena pada penutupan FBLB masyarakat terlalu banyak yang datang. Polisi juga susah untuk menandainya, mereka ini pelaku copet berkelompok atau anak –anak yang tidak diperhatikan orang tuanya sehingga mereka mencari hidup sendiri.

  “Untuk saat ini tidak ada keterlibatan orang dewasa dalam aksi pencurian ini, semuanya anak dibawa umur yang melakukan aksinya ditegah keramaian,”ujarnya

Selain itu aparat kepolisian juga melakukan sweeping terhadap kendaraan bermotor yang tidak memiliki kunci yang keluar dari tempat FBLB usai acara penutupan , dimana puluhan motor tanpa memiliki kunci berhasil diamankan saat hendak keluar dari lokasi FBLB ini.

  “Ada 50 kendaraan yang disinyalir merupakan hasil curian karena tidak memiliki kunci, namun masih akan dilakukan pemeriksaan apakah kendaraan ini memang kuncinya hilang atau hasil curian, atau kendaraan ini dibeli dari pelaku curanmor,”tegas Kasat Reskrim.

     Secara terpisah, Sekda Jayawijaya Yohanes Walilo menyampaikan  permintaan maaf kepada turis yang merasa kehilangan barangnya dan saat ini panitia dan kepolisian masih berusaha mencari barang tersebut, untuk insiden ini juga dinilai sudah biasa bahkan panitia sudah sering mengimbau kepada turis untuk melihat barangnya.

  “Kalau membawa barang pribadi itu harusnya masing –masing menjaga, kita panitia tak mungkin menjaga setiap individu orang yang datang, sehingga keamanan barangnya itu harus dari turis itu sendiri kami atas nama panitia meminta maaf jika terjadi insiden yang diluar sepengetahuan kami atau pemerintah daerah,”bebernya. (jo/tri)   

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *