Berstatus Pelajar,  Tujuh Pembuat Sopi Hanya Wajib Lapor

MERAUKE – Tujuh pembuat Sopi yang telah diamankan Polsek Merauke Kota bersama Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Merauke hanya dikenakan wajib lapor. Artinya tidak diproses secara hukum.

   Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Merauke Elias Refra,  SSos, MM,  ditemui media ini di ruang kerjanya mengungkapkan,  ketujuh pembuat Sopi ini tidak diproses hukum karena masih di bawah umur.  Selain itu,  ketujuh pelaku ini masih berstatus pelajar.  “Sehingga kita kenakan mereka wajib lapor, ” kata Elias Refra.

   Elias Refra menjelaskan,  para pelaku ini dikenakan wajib lapor bukan kemauan dari Satpol PP tapi  sudah menjadi keputusan bersama.  “”Kemarin kita undang semua,  mulai dari kepolisian,  kejaksaan,  kemudian dari Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak serta dari Komisi Perlindungan Anak. Orang tua atau wali orang tua mereka juga kita undang. Termasuk guru-guru mereka. Dari pertemuan itu diputuskan bahwa ketujuh anak ini diberi pembinaan dan wajib lapor, ” katanya.

    Elias Refra menjelaskan,  ketujuh anak ini menyewa sebuah rumah kemudian membuat Sopi secara bersama.  Hasil penjualan dari Sopi tersebut mereka bagi.

  “Ini sebuah fenomena dimana anak-anak ini yang tak lain pelajar membuat Sopi.  Tapi apapun alasannya,  tidak dibenarkan.  Karena kita tahu,  efek dari minuman keras ilegal ini ke masyarakat, ” jelasnya.

  Untuk diketahui,  ketujuh pembuat sopi ini diamankan saat Polsek Merauke Kota kerja sama Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Merauke melakukan razia dan penggerebekan di beberapa titik pada Selasa 6 Agustus 2019. (ulo/tri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *