Peringatan Hari Pribumi Internasional Dibubarkan

Tampak masyarakat adat saat berarak - arakan menuju Kabupaten Lanny Jaya untuk merayakan Hari Pribumi Internasional  tetapi dibubarkan aparat keamanan di perjalanan, Jumat, (9/8).

JAYAPURA – Dewan Adat Papua (DAP) menyayangkan sikap aparat kepolisian yang menghadang masyarakat adat mengelar Hari Pribumi di Tiom Kota Kabupaten Lanny Jaya, yang merupakan agenda Internasional yang dirayakan di seluruh dunia.

  Ketua DAP Domingus Sorabut mengatakan bahwa pihaknya sangat kaget agenda hari pribumi Internasional tangal 9 Agustus yang digelar di seluruh dunia dinilai ilegal oleh polisi dan dilakukan pemalangan.

  “Kami sudah pasang spanduk dan 7 strada dengan truk bersama 700 orang berangkat ke Lanny Jaya mengelar Hari Pribumi di sana, tapi kami tidak tau dalam perjalanan kami dia tahan dan disuruh balik,” ujarnya kecewa saat menghubungi  Cenderawasih Pos.

   Menurut Sorabut,  penyampaian polisi bahwa organisasi Dewan Adat Papua tidak terdaftar di Kesbangpol, hal ini membuatnya marah karena dewan adat sebagai pemilik tanah tidak perlu mendaftar di Kesbangpol.

  Akhirnya DAP dan masyarakat kembali ke Jayawijaya dan mengelar pembacaan peryataan di Sinakma Kota Wamena. (oel/tri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *