Pemeriksaan Pratu DAT Secara Bertahap

DIKAWAL: Pratu DAT dikawal ketat anggota Polisi Militer saat tiba di Bandara Domine Eduard Osok Sorong, Provinsi Papua Barat, untuk selanjutnya diterbangkan ke Jayapura guna menjalani proses hukum, Selasa (6/8).

JAYAPURA- Oknum anggota TNI berinisial Pratu DAT, yang diduga terlibat dalam jual beli amunisi telah diamankan di Pomdam XVII/Cenderawasih sejak Selasa (6/8). Hal ini untuk  penyelidikan dan penyidikan lebih lanjut.

Kepala Penerangan Kodam XVII/Cenderawasih, Letkol CPL Eko Daryanto mengatakan, dalam kasus ini Kodam XVII/Cenderawasih sendiri membutuhkan saksi-saksi untuk melengkapi pemeriksaan terhadap Pratu DAT.

Dalam kasus ini, Kodam pertama-tama fokus pada proses penyidikan terkait dengan pelanggaran yang dilakukan bersangkutan Tidak Hadir Tanpa Izin (THTI) sejak 24 Juli tahun 2019. Dimana yang bersangkutan meninggalkan tempat tugas.

“Pemeriksaan saat ini belum mengarah ke amunisi, Polisi Milites Kodam XVII/Cenderawasih akan melakukan pemeriksaan secara bertahap,” ucap Kapendam saat dikonfirmasi Cenderawasih Pos, Kamis (8/8).

Lanjut Kapendam, dari pemeriksaan tidak hadir tanpa izin barulah dilanjutkan dengan keterkaitan yang bersangkutan dugaan terlibat dalam jual beli amunisi yang pengembangannya dilakukan oleh Polisi Militer.

Dalam pemeriksaan ini, pihaknya akan mengumpulkan saksi-saksi termasuk saksi pelaku sendiri dan atasannya. Sementar kondisi yang bersangkutan saat berada di Pomdam dalam keadaan baik dengan kondisi yang sehat.

Disinggung terkait dengan keterlibatan pelaku dalam jual beli amunusi yang didistribusikan ke Kelompok Separatis Bersenjata (KSB), Kapendam mengatakan hal itu perlu didalami dulu. “Butuh pemeriksaan, butuh bukti serta keterangan baik dari yang bersangkutan ataupun  nanti dari saksi saksi dari satuannya,” jelasnya.

“Kita tunggu hasil pemeriksaannya, apakah dia terlibat dalam dugaan jual beli amunisi tersebut atau tidak. Yang pasti fokus kami saat ini adalah kasus THTInya,” sambungnya.

Sebelumnya, Pratu DAT yang merupakan salah satu DPO karena terindikasi keterlibatannya dalam jual beli amunisi ditangkap pada Minggu (4/8) sekira pukul 08.02 WIT di Jalan Jend. A. Yani KM.8 Melati Raya Kompleks, Distrik Sorong Manoi, Papua Barat.

Penangkapan dilakukan oleh Tim Gabungan antara Tim Intel Korem 181/PVT dan Unit Inteldim 1802/Sorong dpp Pasi Intel Kodim 1704/Srg beserta enam orang anggota. (fia/nat)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *