Pastikan Dana Sisa Dana Ujian Dikembalikan ke Kasda

MERAUKE- Kepala Sekolah SMP-SMAN  Satap Wasur Merauke Sergius Womsiwor, S.Pd, M.Pd yang juga salah satu pengelola   Pusat Kegiatan Belajar Mengajar (PKBM)  di Merauke  baik mulai Paket A, B dan C  di Merauke menegaskan bahwa  setiap kelebihan anggaran  dari ujian  nasional  untuk paket  baoik A, B dan C  tersebut  sudah pasti dikembalikan ke kas daerah.

      “Soal  permintaan dari Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Merauke  untuk mengembalikan  sisa dari bantuan dana  ujian  paket  tersebut   sudah kami lakukan  selama ini. Jadi   sebenarnya tidak  perlu ada imbauan apalagi jika itu diumumkan lewat media massa seperti RRI Merauke,’’ kata Sergius Womsiwor  ketika dihubungi media ini lewat telepon selulernya,   Kamis (8/8).

  Menurut  Sergius Womsiwor, setiap warga belajar paket  tersebut yang tidak mengikuti ujian    atau tidak ikuti proses belajar mengajar maka dananya pasti  dikembalikan.’’Jadi bukan   baru beliau (Kadism,red )   masuk ini baru dananya  dikembalikan.  Itu sudah protap,’’ tandasnya.   

   Bicara   soal pengembalian dana ke kas  daerah,   tandas Sergius Womsiwor, sebenarnya bukan tugas  kepala dinas.Tapi   itu sudah menjadi tugas dari Inspektorat   yang jika dalam melakukan  audit  ada temuan yang harus dikembalikan.

  “Saya  pikir  bicara soal pengembalian  dana, itu bukan ranahnya seorang kepala dinas. Tapi     itu  sudah masuk ranahnya  Inspektorat. Menurut saya  kalau beliau sudah bicara  pengembalian  dana   itu sama dengan menelanjangi  diri sendiri. Karena  beliau itu bersifat memberi pembimbingan secara  internal dan tidak boleh  dipublikasikan. Apakah beliau umumkan kami  di media supaya nama beliau  naik. Sebenarnya tidak. Justru akan menunjukkan   kegagalan beliau dalam memanage  PKBM. Seharusnya  duduk dalam satu meja  untuk membahas masalah itu,’’ tandasnya.

     Seperti diberitakan sebelumnya, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Merauke Thiasoni  Betaubun menyampaikan bahwa  melalui radiogram  mengumumkan lewat RRI agar pengelola PKBM di Kabupaten  Merauke untuk mengembalikan dana sisa  ujian nasional  yang ditransfer ke rekening PKBM.

  Sebab, menurutnya, berdasarkan  laporan   yang ada jumlah  peserta ujian PKBM tahun 2019 sebanyak 1.094 orang. Namun fakta  lapangan, kata dia, yang ikut ujian diperkirakan   hanya setengah dari laporan tersebut.   Sementara anggaran ujian  nasional untuk paket A sebesar Rp 800 ribu/peserta  ujian,  Paket B sebesar Rp 1 juta/peserta dan Paket C sebesar Rp 1,5 juta/peserta.   (ulo/tri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *