Dilaporkan Tersesat di Hutan, Seorang Pria Ditemukan Tak Bernyawa 

Gabungan Tim SAR saat mengevakuasi  jenazah Adolf Enop (52) dari hutan menuju  rumah korban  di Tanah Merah, Boven Digoel, Rabu (7/8)    

MERAUKE- Seorang pria  52 tahun, bernama Adolf Enop, yang dilaporkan hilang di  hutan akhirnya berhasil ditemukan dalam posisi   sudah   meninggal dunia, Rabu (7/8) kemarin. ‘’Setelah kita mendapatkan  laporan, selanjutnya kita mengirimkan Tim untuk melakukan pencarian dan   korban ditemukan dalam hutan dekat kebun korban dalam posisi tak benyawa lagi  atau meninggal dunia,’’ kata  Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Merauke, Raymond Konstantin, SE,  Rabu (7/8) kemarin.

   Menurut Raymon,  pada Rabu (7/8) sekitar  pukul 12.10 WIT, Karolina  yang merupakan istri korban datang dan melaporkan  hilangnya suaminya tersebut di hutan di Pos Kantor Pencarian dan Pertolongan Tanah Merahm Kabupaten Boven Digoel.  Korban bernama Adolf Enop sehari-hari aktifitasnya adalah berkebun.

  “Selaku SAR Mission Coordinator, saya  memerintahkan personel yang ada di sana untuk merespon dan segera mengirimkan personel guna melakukan pencarian di lokasi dugaan hilangnya korban,’’ katanya.

  Sekitar pukul 12.30 WIT, Tim SAR gabungan bergerak menuju lokasi dugaan korban hilang dengan berjalan kaki selama satu jam karna akses menuju lokasi hanya dapat ditempuh dengan berjalan kaki. Kebun korban berada di hutan sekitar muara Tinggitak Boven Digoel.

  Setelah melakukan penyisiran di lokasi, akhirnya pada pukul 16.10 WIT, korban berhasil ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di hutan berdekatan dengan kebun milik korban pada koordinat 6° 7’40.11″S – 140°16’53.55″T. Setelah dimasukkan ke dalam kantung jenasah, korban lantas dievakuasi masih dengan berjalan kaki menuju ke rumah sakit.

  Menurut Raymond, saat  dimintai keterangan, Karolina menuturkan kebiasaan suaminya yang memang hampir setiap hari tinggal di bivak di kebun dan sesekali pulang ke rumah. Pada tanggal 24 Juli 2019 lalu, Adolf pamit untuk kembali ke bivak di kebunnya. Anggota keluarga tidak ada yang berpikir bahwa itu adalah pamit terakhir korban.

‘’Baru pada hari minggu lalu tanggal 4 Agustus, ada anggota keluarga yang menyadari bahwa korban sudah lama tidak pulang  ke rumah. Akhirnya mereka memutuskan untuk mengecek ke kebun,’’ jelasnya.

  Setibanya di lokasi, mereka menyadari bahwa korban tidak berada di kebun dan hanya mendapati peralatan berburu berupa busur dan anak panah serta tas korban saja. Sampai kemarin (Selasa.red) pihak keluarga masih berupaya melakukan pencarian sendiri namun hasilnya nihil. ‘’Saat ini jenasah korban telah diserahterimakan ke pihak keluarga dan  operasi SAR  kami dinyatakan selesai dan ditutup,’’ tandasnya. (ulo/tri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *