Ini Arti Nama Yotefa yang Akan Dijadikan Nama Jembatan

George Awi

JAYAPURA – “Ribut” nya kalangan elit soal pemberian nama Jembatan Hamadi-Holtekam kemungkinan tidak akan berlangsung lama. Ini setelah dari hasil diskusi publik yang dilakukan Bapem Perda di Jayapura menyepakati bahwa nama jembatan tersebut akan diberi nama Jembatan Yotefa.

Ini sesuai dengan keinginan atau kesepakatan dari Pemerintah Kota Jayapura maupun para ondoafi.

“Ada kesepakatn antara DPR Kota, Pemkot dan para Ondo dan kami pikir ini perlu dihargai dan kita sepakati tetap menggunakan nama Jembatan Yotefa, tidak ada nama yang lain,” kata Ketua Bapem Perda, Ignasius Mimin di Hotel Horison Kotaraja, (Selasa (6/8).

Ignastius menaku sempat kaget jika dalam pembukaan Festival Teluk Humbold, Wali Kota, Tomi Mano masih menyinggung soal nama ini. “Saya tidak tahu beliau dengar darimana tapi tidak apa, kami mendukung penamaannya menjadi Jembatan Yotefa. Jadi kami tetap menghargai kearifan lokal dan hak kesulungan setempat,” imbuhnya.

Ignas meyakini setiap nama pasti memiliki pesan atau makna sehingga bila ada yang menyebut nama diluar kearifan lokal maka pihaknya akan kembali kepada hasil diskusi publik. “Kami pikir hanya itu yang layak, Jembatan Yotefa,” imbuhnya.

Sementara Ketua LMA Port Numbay, George Awi menjelaskan bahwa para tokoh sudah sepakat memberi nama Yotefa sehingga pihaknya meminta pa gubernur dan DPRP arif melihat ini. “Toh di provinsi sifatnya adalah koordinasi,” tambahnya.

Awi setuju bahwa nama Yotefa memiliki arti. “Yo kalau Bahasa Nafri itu artinya kampung, Te memiliki arti pergi dan Faa juga memiliki arti sebagai kampung dan Otsus rohnya bicara soal kebudayaan dan ini perlu diangkat dan dilestarikan sehingga biarkan masyarakat setempat yang menentukan,” pungkasnya. (ade)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *