10 Raperda Minta Dikuatkan

Emus Gwijangge

JAYAPURA – Sebanyak 10 Raperda hasil godokan Bapem Perda 2019 hari ini mulai disosialisasikan ke masyarakat. Sebanyak 28 anggota Badan Legislatif DPR Papua diberi tugas ke lima wilayah adat di Papua untuk ikut menjelaskan soal 10 Raperda yang sudah dihasilkan.

Baleg berharap dari kegiatan sekitar 3 hari ini ada penguatan yang diberikan oleh masyarakat dan Bapem Perda berharap sebelum disahkan dalam sidang nanti, 10 Raperda ini sudah benar-bernar tersosialisasi secara maksimal.

“Ada lima wilayah adat yang akan didatangi 28 anggota Baleg. Kami semua turun mulai dari wilayah Adat Tabi, Lapago, Meepago, Tabi dan Saireri. Ini untuk menyampaikan bahwa ada bakal regulasi  yang harus disosialisasikan atau dipahami masyarakat untuk kemudian disahkan,” kata Wakil Baleg DPRP, Emus Gwijangge, Senin (5/8).

Emus menjelaskan Raperda yang disiapkan diantaranya pemberian nama stadion, jembatan Holtekam, Bandara Sentani termasuk soal pegadilan HAM an KKR. “Kami berharap masyarakat bisa ambil andil dalam sosialisasi ini. Kami butuh masukan dan pembobotan dari masyarakat sebab tentunya Raperda ini belum final tetapi masih patut dikoreksi  oleh masyarakat. Kita perlu melihat respon atau saran yang baik itu seperti apa,” tambahnya.

  Dan sebagai wakil baleg lanjut Emus pihaknya berkirim surat ke pemerintah daerah dengan harapan bisa difasilitasi. “Jadi setelah pulang nanti hasil di lapangan akan dibahas di Bamus kemudian diajukan dalam sidang non APBD. Kami berfikir mungkin tidak semua akan disahkan tapi paling tidak inilah upaya yan sudah kami lakukan saat ini.
imbuhnya. Emus menyebut semisal nama stadion maupun bandara Sentani ini patut diketahui publik plus usulan penamaannya. “Semakin banyak masukan tentu materinya semakin berbobot,” imbuhnya.  (ade/gin)

Data Raperda

10  Raperda  Papua Tahun 2019 yang akan disosialisasi yaitu :

1. Raperdasi tentang pemberian nama Stadion Utama Lukas Enembe pada kompleks olahraga Kampung Harapan

2. Raperdasi tentang perubahan bentuk badan hukum perusahaan daerah Irian Bhakti menjadi perusahaan Perseroan Daerah Irian Bhakti

3. Raperdasi tentang pemberian nama jembatan Hamadi-Holtekam

4. Raperdasus tentang  keanggotaan DPRP yang ditetapkan melalui mekanisme pengangkatan periode 2019-2024

5. Raperdasus tentang perlindungan keberpihakan dan pemberdayaan buruh orang asli Papua di Papua

6. Raperdasus tentang penanganan konflik sosial di Papua

7. Raperdasus Komisi Kebenaran dan Rekonsiliasi di Papia

8. Raperdasus tentang penyelesaikan pelanggaran HAM

9. Raperdasus tentang penyelenggaraan bantuan hukum bagi masyarakat miskin di Papua dan

10. Raperdasus perubahan nama Bandar Udara Sentani

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *