Memprihatinkan, SMAN 1 Swandiwe Hanya Punya 2 Ruang Belajar

BIAK-Proses belajar mengajar di SMA Negeri 1 Swandiwe, Distrik Swandiwe, Kabupaten Biak Numfor, saat ini sudah memasuki tahun ketiga.  Sekolah yang baru dibangun tiga tahun lalu itu kini sudah memiliki 106 siswa/siswi dan telah memiliki siswa kelas XII atau kelas 3 SMA.

  Meski demikian, namun sarana dan prasarana di sekolah yang terletak di perbatasan Kabupaten Biak Numfor dan Supiori itu masih sangat minim. Bahkan ruang belajar yang digunakan selama ini hanya dua ruang kelas. Akibatnya, proses belajar mengajar di sekolah itu berjalan apa adanya.

  “Jadi tahun 2019 ini adalah tahun ketiga penerimaan siswa baru, artinya sudah ada anak-anak yang kelas III SMA. Namun kondisi sekolah boleh dikatakan memprihantinkan karena hanya dua kelas, anak-anaka IPS dan IPA dicampur belajar karena tidak ada ruangan,” kata Kepala Distrik Swandiwe Drs Galven Ap kepada wartawan disela-sela acara gathering customer di Aula PLN Biak, Senin (8/5) kemarin.

  Menurutnya, menyikapi kekurangan ruang belajar itu maka kini dilakukan penambahakn 4 kelas baru. Penambahan empat kelas baru itu dilakukan secara swadaya dengan tujuan proses belajar mengajar tetap berjalan karena jumlah siswa sudah mencapai 106 orang.

  “Saya tidak bisa menyebutkan berapa biaya yang dipakai menambah empat ruang kelas baru, namun itu dilakukan secara swadaya. Kami harapkan Pemerintah Provinsi Papua melalui Dinas Pendidikan memperhatikan kondisi ini, sebab saat pendidikan tingkat SMA/SMK di Papua sudah dibawahi langsung Pemerintah Provinsi,” ujarnya.

  Lalu bagaimana dengan guru yang mengajar di sekolah itu? Galven Ap mengatakan, bahwa memang saat ini sudah ada 15 guru mengajar disana, hanya saja statusnya masih guru honor. Demikian halnya, lanjut dia, kepala sekolah di SMA Negeri 1 Swandiwe statusnya masih pelaksana tugas.

  “Kami dengar katanya akan ada penempatan guru PNS dari Dinas Pendidikan Provinsi Papua, namun sampai saat ini belum ada. Harapan kami, harapan masyarakat di Distrik Swandiwe ada perhatian serius dari Pemerintah Provinsi Papua terhadap sekolah ini,  mulai dari sarana dan prasarana hingga penempatan guru,” imbuhnya.(itb/tri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *