Bantu Atasi Stunting, PT Freeport Indonesia Gelar Program PMT Bagi Balita

PT Freeport Indonesia menggelar program Pemberian Makanan Tambahan – Pemulihan (PMT-P) untuk bayi dan balita yang teridentifikasi kurang gizi.

JAYAPURA- Sebagai bentuk dukungan atas program pemerintah untuk mengatasi masalah stunting atau gangguan pertumbuhan pada anak akibat kekurangan gizi, maka  PT Freeport Indonesia menggelar program Pemberian Makanan Tambahan – Pemulihan (PMT-P) untuk bayi dan balita yang teridentifikasi kurang gizi.

    “Melalui program ini kami memberikan intervensi gizi kepada para bayi dan balita di tiga lokasi klinik, yaitu di SP (satuan pemukiman) XII, SP IX dan di Pomako. Intervensi gizi dilakukan dengan memberikan makanan tambahan, seperti susu formula, biskuit, bubur bayi, serta makanan olahan seperti bubur kacang hijau, telur rebus dan makanan lokal lainnya. Bilamana kami menemukan anak yang pertumbuhannya tidak sesuai dengan panduan di KMS (Kartu Menuju Sehat), kami akan langsung anjurkan mereka ke program ini,” ujar Govert Waramori selaku Manager di departemen tersebut dalam rilis yang diterima Cenderawasih Pos, kemarin.

  Ia menambahkan bahwa PT Freeport Indonesia telah sejak lama melakukan program pendampingan di posyandu, yang meliputi kegiatan promosi dan edukasi kesehatan. Dari kegiatan pendampingan tersebut, ditemukan bahwa salah satu masalah yang kerap terjadi adalah kurang gizi. Karena itu PT Freeport Indonesia kemudian membentuk program Pemberian Makanan Tambahan-Pemulihan (PMT-P) yang menyasar para bayi dan balita.

  Maria Matulessy yang merupakan bidan sekaligus koordinator program PMT-P menjelaskan bahwa upaya intervensi ini juga menyasar para ibu – baik yang akan maupun sudah memiliki anak. Untuk para ibu ini, PMT-P rutin mengadakan Focus Group Discussion (FGD) setiap bulan dengan tema terkait kesehatan ibu dan anak.

  “Untuk ibu-ibunya juga ada FGD, karena di sini kami lihat peran ibu begitu penting. Karena itu setiap bulan kami adakan FGD dengan narasumber yang kami datangkan dari Puskesmas. Materinya seputar ibu dan anak, contohnya seperti yang baru kami lakukan bulan ini adalah terkait perawatan kehamilan” ujarnya.

  Program yang telah berjalan selama empat tahun dan telah diikuti oleh hampir 70 bayi dan balita ini juga telah menunjukkan hasil yang menggembirakan. Berat badan bayi pun meningkat rata-rata sebesar 2 kg sejak mengikuti program. Untuk para bayi di bawah satu tahun, berat badan mereka juga berhasil mencapai target yang dianjurkan, yakni berat badan 10 kg saat menginjak usia 1 tahun.

  Salah satu orang tua dari peserta program PMT-P, Lince Waker menyebut bahwa dirinya merasa terbantu dengan adanya program ini. Lince memiliki satu orang anak berumur satu tahun dan telah mengikuti program ini sejak anaknya lahir.

    Terkait program ini, Claus Wamafma selaku Senior Vice President (SVP) Social Responsibility & Community Development PT Freeport Indonesia mengatakan bahwa sejak awal, PT Freeport Indonesia memiliki komitmen bersama pemerintah guna meningkatkan upaya pembangunan manusia yang mandiri dan berkelanjutan melalui investasi sosial termasuk di bidang kesehatan. (tri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *