Persipura Kandas di Gelora Bung Tomo

REBUT BOLA: Kapten Persebaya, Ruben Sanadi saat berusaha merebut bola dari kaki pemain Persipura Yustinus Pae, pada lanjutan kompetisi Shopee Liga 1 di Stadion Gelora Bung Tomo, Jumat (2/8) malam. (Angger Bondan/Jawa Pos)

JAYAPURA – Pelatih kepala Persipura Jayapura, Jacksen F. Tiago gagal meraih kemenangan ketiga secara beruntun setelah menelan kekelahan 1-0 dari tuan rumah Persebaya Surabaya pada lanjutan kompetisi Shopee Liga 1 di Stadion Gelora Bung Tomo, Jumat (2/8) malam.

Gol tunggal Persebaya dicetak melalui sundulan kepala Irfan Jaya dimenit 32’ setelah mendapatkan umpan matang dari Mokhamad Syaifudin.

Hasil ini, membuat tim berjuluk Mutiara Hitam itu menempati peringkat 14 dengan 10 angka dari 11 penampilannya sejauh ini. Sementara tambahan tiga poin, membuat tim Bajul Ijo julukan Persebaya, menempati peringkat 5 dengan raihan 17 poin.

Persipura yang tampil dengan skuad inti pada menit awal sempat unggul dalam penguasaan bola. Namun Boaz Solossa dan kawan-kawan cukup kesulitan menembus pertahanan Persebaya yang bermain cukup apik. Ruben Sanadi dan kawan-kawan mampu melakukan pressing kepada mantan rekan-rekannya di Persipura.

Pelatih Persipura, Jacksen Tiago juga mengakui timnya tampil kurang greget dalam pertandingan ini. Ada beberapa kesalahan yang dimanfaatkan oleh lawan untuk menekan timnya.

“Kita tidak bisa mendapatkan hasil yang kita inginkan. Pada babak pertama kita tidak melakukan permainan yang baik. Kita terlalu memberikan ruang bagi Persebaya, tapi babak kedua kita sedikit mendorong tim kedepan serta mencoba melakukan presure dan menciptakan beberapa peluang, tapi sayang belum rejeki kita,” ungkap Jacksen dalam konfrensi perss usai pertandingan.

Dijelaskan, timnya juga memang lambat panas. Sehingga Persipura hanya mampu menekan pertahanan lawan saat babak kedua, setelah masuknya Titus Bonai dan Gunansar Mandowen.

“Saya salut dengan perubahan di babak kedua. Karena babak kedua cukup baik, ada sebuah perkembangan dibanding babak pertama. Tapi belum cukup untuk bisa meraih kemenangan dalam pertandingan. Kekalahan adalah sesuatu yang wajar. Saya tidak pernah berpikir bahwa saya selalu menang, tapi sebagai olahragakan juga harus bijak menerima kekalahan,” ujarnya.

Pelatih berpaspor Brasil itu menegaskan, kekalahan ini akan memotivasi timnya untuk menyiapkan diri jelang laga berikutnya saat bersua PSIS Semarang pada 6 Agustus mendatang.

“Pertandingan ini sudah lewat, dan kita akan benahi untuk laga berikutnya. Kita masih ada beberapa hari untuk menyiapkan diri sebaik mungkin untuk menghadapi PSIS Semarang,” ucapnya.

Sementara disinggung soal kepemimpinan wasit, pelatih berusia 51 itu enggan menjadikan wasit sebagai kambing hitam kekalahan timnya. Tapi menurutnya, timnya memang tidak tampil baik dalam pertandingan.

Sementara itu, pemain muda Persipura Jayapura, Gunansar Mandowen juga tidak menduga jika timnya bermain tidak seperti dua laga sebelumnya. Namun pemain mungil ini juga sedikit menyentil kepemimpinan wasit yang dinilai kurang fair dalam memimpin jalannya pertandingan.

“Kami pemain sangat yakin pertandingan tadi kami bisa bermin bagus, tapi dalam pertandingan kami juga dirugikan dengan wasit, sehingga konsentrasi kami dilapangan hilang,” tandasnya. (eri/nat)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *