Wabub Keerom Diminta Bangun Sinergitas dengan Bupati

PELANTIKAN: Gubernur Papua, Lukas Enembe, SIP., MH., saat mengambil sumpah/janji dan melantik Wakil Bupati Keerom Piter Gusbager, S.Hut., MUP, di Gedung Negara, Selasa (30/7) kemarin. (Gratianus Silas/Cepos)

JAYAPURA- Gubernur Papua, Lukas Enembe, SIP., MH., meminta Wakil Bupati (Wabup) Keerom yang baru dilantik, agar dapat menjalin kerja sama yang baik dengan Bupati Keerom, Muh Markum.

Hal ini disampaikan Gubernur Enembe usai melantik Wakil Bupati Keerom, Piter Gusbager, S.Hut., MUP, di Gedung Negara, Selasa (30/7) kemarin.

Gubernur Enembe mengakui, pelaksanaan pemilihan Wabub Keerom memang menimbulkan polemik, sehingga menjalani proses yang begitu panjang, termasuk di internal partai politik. Namun, sampai pada akhirnya, Menteri Dalam Negeri memberikan keputusannya, sehingga pelantikan Wabub Keerom dapat dilakukan.

“Dalam rangka kelancaran penyelenggaraan pemerintahan di Kabupaten Keerom, termasuk pembangunan dan pelayanan kemasyarakatan, Wabub Keerom bersinergi positif bersama Bupati Keerom, untuk secara bersama-sama menjalankan visi-misi Kabupaten Keerom. Termasuk membantu Bupati Keerom dalam melaksanakan tugas penyelenggaraan pemerintahan, pembangunan, dan pelayanan kemasyarakatan,” pinta Gubernur Lukas Enembe.

Gubernur Enembe meminta, di sisa masa jabatannya, Wabub Keerom harus menempatkan diri sebagaimana mestinya wakil bupati yang bertanggung jawab terhadap perkembangan daerahnya, dengan memberikan asistensi terhadap bupati. Jangan malah sebaliknya merasa lebih hebat dari bupati, sampai bahkan melangkahi bupati.

“Masyarakat Keerom merupakan masyarakat majemuk sehingga sinergitas bupati dan wakil bupati diharapkan dapat membawa perkembangan yang lebih baik lagi bagi Kabupaten Keerom secara keseluruhan,” tegasnya.

Dalam hal ini, secara khusus, Kabupaten Keerom dinilai berbatasan langsung dengan negara tetangga Papua Nugini, sehingga Gubernur Enembe secara khusus meminta agar sebagai pintu masuk, Kabupaten Keerom harus lebih baik dari negara tetangga.

“Keerom adalah pintu masuk dari negara Papua Nugini. Makanya, Keerom harus lebih baik dari negara tetangga. Bukan sebaliknya, Keerom sebagai daerah terdepan yang berbatasan langsung dengan negara tetangga, malah tidak lebih baik,” tambahnya.

Dengan kata lain, daerah yang berbatasan langsung dengan negara luar, maka ditekankan harus menunjukkan wajah Indonesia yang baik. “Kalau kita yang berbatasan langsung dengan negara tetangga menunjukkan yang tidak bagus, maka bisa saja mereka beranggapan bahwa di seluruh Indoensia ini seperti itu. Jadi, Keerom harus lebih baik, dimana ini membutuhkan komunikasi, koordinasi, sinergitas, dan konektivitas kerja antara bupati dan wakil bupati, bersama seluruh aparatur di lingkungan Pemerintah Keerom, serta seluruh masyarakat. Guna mengembangkan Keerom menjadi wajah Papua, wajah Papua yang baik di mata negara luar,” pungkasnya. (gr/nat)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *