Akibat Konflik Nduga, Aktifitas 21 Sekolah Tak Berjalan 

Sekda Kabupaten Nduga Namia Gwijangge saat megikuti jumpa pers dengan dengan Dirjen Kemensos. (Denny/ Cepos)

WAMENA-Pemda Kabupaten Nduga memastikan masuk tahun ajaran baru ini, Pendidikan di Kabupaten Nduga belum sepenuhnya berjalan baik. Bahkan,  khusus bagi anak –anak pengungsian yang masih dalam usia sekolah khususnya di daerah Konflik yang ada disana sama sekali tidak melakukan aktifitas sekolah. Dimana sedikitnya ada 21 sekolah, yang terdiri 17 SD, 3 SMP dan 1 SMA yang kegiatan belajar mengajarnya tidak berjalan.

  Sekda Nduga Namia Gwijangge mengakui kondisi  anak –anak di pengungsian belum bisa sekolah sama sekali, karena  mereka ada di sini Jayawijaya  dan  yang lain di Kenyam. “Saat ini ada 17 sekolah yang tidak berjalan di daerah konflik baik itu dari tingkat SD sampai dengan SMA, sehingga anak –anak yang ada di pengungsian belum bersekolah kembali sama sekali, ini yang menjadi kekhawatiran pemerintah, anak –anak ini banyak di Kenyam, Wamena dan Lanny Jaya,”ungkapnya selasa (30/7) kemarin

  Kalau teman-teman guru yang non Papua, kata Namia,  mereka tidak masuk ke daerah –daerah itu. Pemerintah arahkan mereka mengajar di ibu kota. Ini supaya untuk masa depan anak-anak itu jangan terganggu.

  “Di Kenyam juga banyak anak-anak, sehingga dalam waktu dekat kami akan membangun gedung sekolah darurat untuk menampung anak-anak itu sehingga untuk pendidikan akan kita bicara kembali dengan kelompok yang ada di sana, pihak gereja, relawan itu kita akan bicarakan agar tidak diganggu ,”katanya.

   Menurutnya, menyangkut masyarakat pengungsi Nduga yang tinggal di Wamena ada beberapa titik tempat tinggal, termasuk anak-anak. Beberapa waktu lalu mereka sudah buat sekolah darurat dan pemda sudah beberapa kali menawarkan kepada mereka karena Pemkab Jayawijaya bersedia untuk memberikan gedung ruang kelas, tetapi mereka tidak mau ruang kelas yang diberikan pemerintah Jayawijaya.

  “Sesuai kesepakatan waktu itu bahwa anak-anak dari kabupaten jayawijaya mereka mengikuti kegiatan belajar mengajar pada pagi sampai siang hari dan dilanjutkan anak –anak dari Nduga siang sampai Sore. Tetapi sampai sekarang mereka menolak itu. untuk sementara ini untuk anak-anak yang mau masuk kelas 1, kita harapkan mereka bisa daftar di sekolah yang ada di Wamena, dan di Kenyam dulu,”jelasnya. (jo/tri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *