Warga PNG Harus Tunduk Terhadap Aturan Negara Indonesia

Kepala Perbatasan dan LN Provinsi Papua, Susan Wanggai saat memberikan sambutan di sela-sela kunjungan Pejabat Kemenlu PNG di Lapas Doyo, Jumat, (26/7). Robert Mboik Cepos

Dari Kunjungan Pejabat Kemenlu PNG di Lapas Doyo

SENTANI- Deputy Secretary Operation for Foreign Affairs and Trades PNG, Mr. Elias Wohengu dan Consul General for PNG di Jayapura, Mr. Geoffrey Wiri melakukan kunjungan kerja ke Indonesia khususnya di Kabupaten Jayapura untuk mengetahui dan bertatap muka dengan 52 warga PNG yang saat ini yang sedang menjalani hukuman tahanan di Lapas Doyo.

Dari pantauan koran ini, sejumlah warga binaan mengapresiasi pemerintah Indonesia yang telah memfasilitasi perwakilan dari negaranya bertemu dan bertatap muka sambil berdialog di Lapas Doyo. Dalam kesempatan itu, sejumlah narapidana mengungkapkan persoalan yang mereka hadapi selama menjalani masa tahanannya di Lapas Doyo.

Consul General for PNG di Jayapura Mr. Geoffrey Wiri meminta kepada seluruh warga binaan yang sedang menjalani masa hukumannya harus tunduk terhadap aturan yang diterapkan di Negara Republik Indonesia. Sebab dia mengakui, setiap negara memiliki kedaulatan dan aturan masing-masing yang dilaksanakan dengan ketentuan undang undang.

“Harus tunduk kepada aturan karena setiap negara juga memiliki aturan masin masing,”kata Geoffrey Wiri, menanggapi pengaduan dari warganya di sela sela pertemuan itu.

Sementara itu, Kepala Perbatasan dan LN Provinsi Papua, Susan Wanggai mengatakan, pertemuan itu terselenggara atas adanya kerja sama yang baik antara Pemerintah Indonesia dan PNG. Di mana saat ini ada banyak warga PNG yang menjadi tahanan karena terlibat kasus narkoba di Indonesia.

“Pertemuan ini sangat penting sekali karena ada harapan dari warga binaan kepada pemerintah PNG agar ada pendampingan, perhatian dari pemerintah PNG,”ungkap Susan.

Sementara itu, PLH Kepala Lapas Doyo, Join Victor Appono mengatakan, saat ini secara keseluruhan jumlah tahanan di Lapas Doyo sebanyak 526 orang. 52 diantaranya warga PNG. Dia mengatakan, pertemuan warga binaan asal PNG dan pejabat Kementerian Luar Negeri PNG dan konsulat PNG di Papua baru pertama kali dilakukan.

” Besar harapan kami ke depan, kita tetap membangun hubungan sehingga hal-hal yang sifatnya urgen, yang membutuhkan penanganan dari kedua belah pihak itu bisa cepat terealisasi,”tambahnya.(roy/tho)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *