Siap Tindak Oknum Anggota yang Bermain BBM

Dandim 1702/ Jayawijaya, Letkol Inf. Candra Dianto

Dandim 1702/ Jayawijaya Letkol Inf Candra Dianto, SH (Denny/ Cepos)

WAMENA-Dandim 1702/ Jayawijaya Letkol Inf Candra Dianto mengakui jika masalah modifikasi tengki angkutan dalam pengisian BBM ini sudah pernah terjadi di Jayapura, namun sekarang mulai muncul lagi di Wamena, sehingga ia sangat tidak setuju, apalagi ada anggota yang memback up kegiatan yang dilakukan untuk kepentingan pribadi.

  “Itu artinya menyalahgunakan dan akan berdampak kepada kepentingan masyarakat banyak yang juga memerlukan, sehingga untuk anggota saya akan melakukan pengecekan dan pemeriksaan setiap kendaraannya jangan melakukan tindakan seperti itu,”ungkapnya saat ditemui di Kodim 1702/ Jayawijaya Senin (29/7) kemarin.

  Candra Dianto menegaskan dan mengimbau kepada masyarakat, anggota kepolisian, dan Petugas APMS, apabila ada anggota TNI yang terlibat dalam kegiatan seperti itu atau membackup melakukan manipulasi terhadap tengki kendaraan untuk pengisian BBM maka langsung dilaporkan kepadanya, selaku Dandim 1702 / Jayawijaya.

  “Saya akan tindak tegas anggota yang coba   memainkan atau memback up penyalahgunaan BBM di Jayawijaya, sehingga untuk pemeriksaan kendaraan ini akan rutin kita laksanakan, tentu anggota yang tinggal diluar kodim juga akan dilakukan pemeriksaan,”tegasnya.

  Di tempat yang sama, Kapolres Jayawijaya AKBP. Tonny Ananda Swadaya mengakui jika pihaknya sepakat bersama dengan Dandim 1702/ Jayawijaya, dimana kalau ada anggota yang bermain dalam masalah BBM untuk tindak tegas, Ia juga telah memerintahkkan sat reskrim Polres Jayawijaya untuk menindak lanjuti masalah mobil yang tengkinya di Modifikasi untuk menampung banyak BBM.

  “Kami akan tindak tegas, meskipun itu anggota atau apapun kami tindak sesuai aturan yang ada baik dalam kepolisian maupun dalam undang –undang, kita juga sudah sepakat kalau ada anggota yang terlibat baik itu TNI/ Polri kita tindak tegas,”bebernya.

   Untuk pengawasan terhadap BBM, Kapolres Pastikan akan menurunkan tim dari reskrim untuk mengamati setiap kendaraan yang melakukan pengisian BBM yang saat ini sedang di fikuskan kepada APMS Anwarudin, sehingga kalau ada kendaraan yang mengisi BBM tidak wajar, atau berulang kali ke APMS itu akan ketahuan.

  “Terkadang BBM dari subsidi ini dialihkan kepada BBM untuk industri untuk mencari keuntungan yang besar, sehingga harus dilakukan pengawasan secara intens dilapangan,”tutupnya.(jo/tri)   

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *