Pembangunan IPAL Dianggarkan Rp 4 Miliar

Edwin Oridek Rumbewas, SE, MM. (Fiktor/Cepos)

BIAK-Bidang Cipta Karya Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Kabupaten Biak Numfor kembali membangun lima unit Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) komunal. Pembangunan IPAL pada tahun 2019 ini dipusatkan di empat kelurahan Distrik Biak Kota dan 1 kampung di Distrik Samofa.

  Pembangunan lima unit IPAL itu dianggarkan kurang lebih sebesar Rp 4 miliar dan pekerjaannya dikelola langsung oleh Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM). Adapun keempat kelurahan di Biak Kota yang menjadi lokasi pembangunan IPAL kali ini adalah Kelurahan Mandala, Wapnour, Fandoy dan Saramom. Sedangkan satu kampung di Distrik Samofa adalah Kampung Kingmon.

  Kepala Bidang Cipta Karya Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Kabupaten Biak Numfor Edwin Oridek Rumbewas, SE.,MM mengatakan, bahwa pembangunan lima unit IPAL tahun 2019 adalah pembangunan tahap kedua setelah tahun 2018 lalu juga dibangun beberapa unit  di sejumlah kampung.

  “Pemanfaatan IPAL komunal bisa membantu pengolahan sanitasi masyarakat. Ini karena limbah yang dihasilkan rumah tangga dapat diolah terlebih dahulu di saluran menuju IPAL sebelum dibuang. Dengan begitu, beban pencemaran bisa ditekan dan kualitas air dapat menjadi lebih baik,” ujarnya kepada wartawan, kemarin.

   Pada dasarnya pembangunan IPAL komunal, lanjutnya, menekan terjadinya beban pencemaran khususnya lagi terhadap air bersih, termasuk pencemaran limbah di masyarakat. Dalam pembangunan IPAL komunal ini, pihaknya hanya akan membangun dan pengelolaannya akan diserahkan pada masyarakat sekitar IPAL.

  IPAL yang akan dibangun itu akan berfungsi sebagai penampung awal air limbah rumah tangga dan limbah lainnya. Setelah itu, juga aka nada proses penjernihan. Pada proses di IPAL tersebut, dapat diketahui perbedaan limbah rumah tangga yang belum dan telah diolah. Pada bak satu, air masih tampak keruh dan berwarna kelabu, namun air hasil olahan pada bak lainnya air tampak jernih dan bening.

  “Intinya, bahwa pembangunan IPAL komunal ini dimaksudkan untuk mengurangi terjadinya pencemaran lingkungan, termasuk pencemaran terhadap air. Ini penting supaya masyarakat dapat mengkomsumsi air yang bersih, khususnya lagi masyarakat yang menggunakan sumur dangkal,” tandas Edwin Rumbewas.(itb/tri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *