TPS Dipalang, Warga Buang Sampah di Komplek Kantor Bupati

Tumpukan sampah rumah tangga yang terletak di sudut Kantor Bupati Jayapura, Sejumlah warga lokal mengais sampah untuk makanan ternak, Senin (22/7).Robert Mboik Cepos

SENTANI- Pemerintah Daerah Kabupaten Jayapura saat ini tengah getol mensosialisasikan kebersihan lingkungan dalam rangka menyambut go Adipura dan Pekan Olahraga Nasional ke-20 tahun 2020 mendatang.

Namun mirisnya, tumpukan sampah rumah tangga justru ada disekitar komplek kantor Bupati Jayapura. Ya salah satu sudut bangunan komplek perkantoran pemerintah daerah Jayapura itu kini sudah kembali dijadikan sebagai tempat pembuangan sampah sementara (TPS).

Disatu sisi Pemda Jayapura sedang semangatnya mengampanyekan kebersihan kota, tapi justru komplek kantor bupati kini menjadi tempat pembuangan sampah. Lokasi TPS itupun sering didatangi warga dan menjadi sasaran warga yang mencari sampah makanan untuk hewan ternak.

Kepala Bidang Kebersihan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Jayapura, Saverius Manangsang mengatakan, lokasi itu sebelumnya sudah dibersihkan beberapa bulan lalu.

Namun kini sudah kembali dijadikan tempat pembuangan sampah. Sampah-sampah ini berasal dari sampah rumah tangga warga Doyo dan sekitarnya. Mereka sengaja membuang sampah ke tempat itu karena lokasi TPS yang disediakan kepala kampug setempat sudah dipalang pemilik ulayat.

“Sesuai perintah bapak bupati sebelumnya supaya kepala kampung menyediakan TPS, yang bisa dibiayai dengan menggunakan dana kampung,” ungkap Saverius Manasang kepada cepos online.com saat ditemui di kantor dinas lingkungan hidup Kabupaten Jayapura, Senin (22/7).

Dia mengatakan, mengenai persoalan sampah di sudut kantor bupati Jayapura itu pihaknya sudah berkoordinasi dengan pihak kepala kampung Doyo agar kembali menyiapkan TPS.

“Menurut kepala kampung mereka harus rapat dulu untuk menyediakan tempat pembuangan sampah sementara,” bebernya.

Lanjut dia, mengataasi persoalan sampah di Kota Sentani sedikit kesulitan. Karena tidak didukung dari kesadaran masyarakat. Padahal, pemerintah sudah menetapkan waktu malam hari bagi warga yang membuang sampah. Tapi masih ada warga yang hendak membuang sampah diluar dari waktu yang sudah ditentukan itu.

“Pagi hari petugas kami akan jemput sampah sampah itu dari TPS yang sudah disiapkan. Tapi masyarakat rupanya masih banyak yang tidak sadar. Truk sampah baru lewat, tapi dibelakang sudah dibuang lagi,”tandasnya.(roy)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *