Salah Menafriskan Isu Referendum LPRI Minta Maaf Kepada KNPI 

Ketua DPD Lembanga Pengawasan Reformasi Indonesia, (LPRI) Provinsi Papua Elisa  Bouway. ( Noel/Cepos)

JAYAPURA – Ketua DPD Lembanga Pengawasan Reformasi Indonesia, (LPRI) Provinsi Papua Elisa  Bouway menyampaikan permintaan maaf atas  kesalahpahamannya dalam menangapi peryataan Ketua DPD KNPI Provinsi Papua soal isu Referendum usai Otinomi Khusus (Otsus) berakhir.

Ketua DPD LPRI menerangkan bahwa pernyataanya di media ini pada tangal (14/7) adalah kesalapahaman karena apa yang disampaikan ke Ketua DPD KNPI Albertho Gonzales Wanimbo sudah benar terkait berakhirnya Otsus dan apa yang akan pemuda lakukan bersama akademisi Lembaga Masyarakat dan Pemerintah.

“Peryataan kami itu hanya kesalapahaman. Padahal maksud kami hanya meminta agar membentuk dialog berakhirnya Otsus bersama KNPI,” ujarnya.

Ia mengatakan Ketua KNPI Alberhto Wanimbo adalah anak bangsa yang harus didukung oleh pemuda dalam mempertahankan NKRI Di Papua. ” Kami tidak menyangka melakukan tudingan kepada Ketua KNPI, Ketua KNPI adalah anak bangsa yang terlahir dan ada bersama – sama kami berjuang secara nasionalis mendukung NKRI,” katanya.

Kata dia, LPRI sebagai lembaga nasionalis mendukung ketua KNPI Papua, dan menyampaikan permohonan maaf melakukan tudingan kepada Ketua KNPI. ” Kami LPMRI kami menyampaikan permohonan maaf sebesar – besarnya,”paparnya.

Selain itu, ia juga meminta agar setiap pemuda yang ada dipengurus KNPI untuk dapat bekerja dengan hati membantu Ketua KNPI dalam membangun pemuda. ” Teman pengurus dan pemuda lain  harus memberikan pikiran kotruktif jangan hanya karena kepentintan semata, sehinga bersandar kepada ketua  KNPI,” paparnya,

“Seluruh OKP kami tetap solit dan bersama  KNPI kita akan buat dialog dan akan diadakan presentase ke pemerintah pusat. Maka selaku orang muda dan aktifis kita harus bawah ke Pemerintah Pusat bagaimana setelah Otsus berakhir,” katanya.

Ia pun berharap KNPI dapat bersama denganya mereka dalam menyukseskan PON 2020 dengan menghimpun organisasi Nasional dan Lokal untuk Suksessi PON.

Sebelumnya ketua DPD  KNPI Papua menyampaikan agar setia pemuda, Tokoh masyarakat, adat, perempuan, para akademisi dan aktivis bersama pemerintah dapat duduk bersama untuk membicarakan setelah otsus berakhir apa yang harus disiapkan, karena jangan sampai muncul isu referendum sehingga perlu diantisipasi.

Hal ini disalah tapsirkan oleh Ketua LPRI dan Angota DPRP Boy Markus Dawir yang secara gamblang ia menyayangkan statemen Albert Wanimbo bersama rekannya Benyamin Gurik yang dianggap sudah keluar dari konteks kewenangan.

la mempertanyakan ada apa sehingga KNPI justru berbicara soal referendum. KNPI seharusnya tak berpolitik melainkan bagaimana menjadi lab pengembangan SDM pemuda tanpa tendensi politik untuk itu ia meminta semua pemuda mari bersatu bersama KNPI Papua dalam bingkai NKRI mendukung pembangunan pemuda Papua yang maju mandiri dan berkeadilan, (oel).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *