Palang SMA PGRI Jayapura Belum Juga Dibuka

JAYAPURA – Pemilik hak hulayat lokasi tanah pembangunan SMA PGRI dan SMA Korpri Jayapura, Distrik Heram, Max Ohe mengungkapkan bahwa pembayaran yang harus dilunasi oleh Pihak Sekolah adalah sebesar Rp. 8.8 Miliar jika hendak palang tersebut dibuka.

Ia mengatakan sesuai pembayaran tanah di tambah dengan jumlah 16 tahun selama ini  ada penundaan dan tidak ada kejelasan pembayaran maka pihaknya meminta hal ini juga dibayar.

“Kita tidak akan buka palang sedikit pun, tidak karena kita sudah di abaikan selama 16 Tahun,” katanya, Sabtu (20/7)

Ia mengatakan dana dipintanya mencapai 8 miliar hal ini sesuai dengan harga tanah yang dihitung per meter satu juta.

“Rp 8,8 Miliar  satu meter 1 juta maka kita harapkan ini bisa di selesaikan,” paparnya.

Namun dalam proses penyelesaian Ia mengatakan hal ini masih bisa di negosiasi sesuai kemampuan yang bisa dilakukan oleh pihak sekolah Yayasan maupun Pemerintah.

“Kita pihak adat akan bisa upayakan bagaimana kita bisa bantu,” katanya.

Ia pun mengaku bahwa terkait persoalan ini ada banyak pengaduan dari orang tua namun setelah dirinya sampaikan kepada kepala sekolah untuk diberitahukan bahwa permasalahan ini harus diselesaikan lebih dulu karena sudah memakan waktu yang cukup lama.(oel)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *