Muh. Markum Kembali Pimpin Hiswana Maluku-Papua

TABUH TIFA: Dari kanan ke kiri, Ketua Umum DPP Hiswana Migas, Rachmad Muhamadiyah, Ketua DPD VIII Hiswana Migas Maluku-Papua Muh. Markum, Region Manager Fuel Mark Retail MOR  VIII PT. Pertamina (Persero) Maluku- Papua Fanda Chrismianto dan Ketua Panitia MUSDA ke -8 DPD VIII Hiswana Migas Maluku – Papua, Ledri Lekenila menabuh tifa pada pembukaan Musda di Swiss-Belhotel Jayapura, Jumat  (18/7) lalu.

JAYAPURA-DPD VIII Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas Bumi (Hiswana Migas) Maluku-Papua menggelar Musyawarah Daerah (Musda) ke-8 di Swiss-Behotel Jayapura,  18-19 Juli 2019 lalu.

Dalam Musda yang mengagendakan pemilihan ketua dan pengurus  DPD VIII Hiswana Migas Maluku – Papua pada periode 2019 – 2023, Muh. Markum kembali terpilih memimpin DPD VIII Hiswana Migas Maluku-Papua periode 2019-2023.

“Kepercayaan yang telah diberikan kepada saya, untuk memimpin kembali periode kedua Ketua DPD Hiswana Migas, pastinya kami memiliki program-program selanjutnya yang akan dijalankan. Paling utama adalah sinergi bersama pemerintah, bersama stakeholder dan BUMN/BUMD setempat. harapan saya kedepannya semua pengurus   Hiswana Migas Maluku-Papua dapat memajukan pelayanan kepada masyarakat terutrama program BBM Satu Harga,” kata Muh. Markum kepada Cenderwasih Pos, Jumat (19/7) lalu.

Alasan dirinya ingin mendorong program BBM Satu Harga, dikarenakan pengusaha dibidang BBM Satu Harga tidak memungkinkan pengusaha, untuk bisa langsung mendapatkan keuntungan. Karena program BBM Satu Harga merupakan program subsidi yang diawasi dari pemerintah dan pihak aparat penegak hukum agar tepat sasaran.

Dirinya mengakui, menjabat kedua kalinya sebagai Ketua DPD Hiswana Migas Maluku-Papua ke depannya akan semakin berat terutama dalam menjalin sinergi dengan berbagai pihak. Untuk itu, pihaknya berharap semua Pengurus DPC tingkat kabupaten dan kota agar dapat membantunya dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab kepada masyarakat. Terutama dengan didukung PT. Pertamina, pemerintah dan juga stakeholder lainnya.

“Dalam menjalankan program BBM satu Harga di Papua memang yang menjadi kendala terbesar kami terkait dengan kondisi geografis yang sangat sulit. Cara yang sering kita tempuh adalah melalui jalur udara yang pastinya memiliki biaya yang cukup tinggi. Sampai saat ini kami baru menyelesaikan 11 titik penyaluran BBM Satu Harga di Papua. Mudah-mudahan deri 40 titik lebih bisa kami selesaikan semuanya,” jelasnya.

Lanjutnya, untuk meringankan biaya operasional, alternatif lainnya yang sering pihaknya gunakan adalah jalan darat. Tetapi kondisi jalan darat di Papua masih sulit untuk menghubungkan daerah satu dan lainnya khususnya di wilayah pegunungan Papua.

“Kami mengimbau seluruh anggota Hiswana Migas Maluku – Papua untuk dapat mengembangkan program  BBM Satu Harga demi terselenggaranya instruksi dari Presiden RI,” pintanya.

Sampai saat ini, pihaknya telah menyalurkan BBM menggunakan Jalan Trans Papua. Namun baru sampai di Mamberamo dan belum bisa dilanjutkan ke daerah lainnya karena kondisi jalan yang masih rusak.

Muh. Markum menambahkan jika ke depannya kondisi jalan penghubung dari daerah satu ke daerah lainnya di Papua sudah dapat dioperasikan dengan baik, maka hal tersebut akan sangat membantu pihaknya dalam mendistribusikan BBM hingga ke pelosok-pelosok di Papua.

“Kami sebagai anggota Hiswana Migas dibidang perminyakan harus siap dalam membantu pemerintah serta masyarat untuk memenuhi kebutuhan BBM di daerah-daerah bahkan yang medannya sangat sulit sekalipun,” pungkasnya.

Sementara itu, Region Manager Fuel Mark Retail MOR  VIII PT. Pertamina (Persero) Maluku-Papua, Fanda Chrismianto mengatakan, pihaknya berharap program kerja Hiswana Migas berjalan dengan baik, dan harus dievaluasi kembali apa saja yang harus dikerjakan dan apa saja yang perlu diperbaiki.

“Kami juga harapkan adanya koordinasi antara Hiswana Migas dan Pertamina, karena Hiswana Migas merupakan mitra kami. Tanpa mereka, kami Pertamina tidak bisa berjalan dengan baik, apa lagi dalam menjalankan program BBM satu harga, hingga ke pelosok. Dari teman-teman Hiswana Migas dalam hal menjalankan program BBM Satu Harga hinga kepolosok-pelosok,” tambahnya. (ana/nat)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *