Robert Mboik Cepos

Mobil dinas Avansa silver yang jatuh ke jurang di Jembatan Sempit Doyo, Jumat (20/7), dini hari

SENTANI- Satu unit mobil dinas Avansa Silver berplat ganda diketahui jatuh ke jurang di jembatan sempit Doyo Baru, Sabtu (20/7) dini hari sekira pukul 01.00 Wit. Belum diketahui secara pasti penyebab kecelakaan tersebut.

Seorang warga yang tidak mau disebutkan namanya kepada koran ini mengatakan, kejadian itu diduga karena pengemudi mobil naas tersebut mengantuk atau mabuk. Sebab dijalur yang menjadi tempat terjadinya peristiwa itu sebenarnya sudah ditempatkan papan informasi yang menjelaskan adanya penyempitan jalan di jembatan itu.

“HATI HATI!!! PENYEMPITAN JALAN, SATLANTAS POLRES JAYAPURA,” demikian bunyi papan informasi di jembatan itu. Warga sekitar mengenal tempat itu sebagai jembatan sempit. Karena dari dua jalur jalan yang menghubungkan Doyo Lama dan Doyo Baru akan disatukan di jembatan itu.

“Mungkin mabuk atau mengantuk, karena kejadianya sudah larut,” ujar sumber itu kepada koran ini, Sabtu (20/7).

Sejumlah warga mengetahui, kendaraan tersebut merupakan mobil dinas atau berplat merah, namun memiliki plat ganda. Salah satunya berplat hitam dengan nomor yang sama yakni DS. 5343 JK. Warga juga menyebut pemilik mobil itu berasal dari sosial dan bekerja sebagai ASN di Pemkab Jayapura.

Mengenai hal ini juga dibenarkan oleh pemilik mobil itu, Ferri namanya. Dia juga mengakui, kendaraan itu merupakan mobil dinas yang memiliki plat ganda yakni plat merah dan plat hitam. Plat hitam itu dibuat lantaran kendaraan itu dalam proses pemutihan.

“Dalam proses dom jadi, makanya kita pakai plat hitam,” ungkapnya di lokasi kejadian. Dia menuturkan, peristiwa itu berlangsung sangat cepat hingga akhhirnya terjun bebas ke jurang. Saat kejadian, dia berpapasan dengan satu unit sepeda motor di jembatan sempit itu.

Mobil yang membawa tiga penumpang itupun menabrak papan informasi milik satlantas yang berada disamping jembatan sempit itu hingga patah hingga akhirnya mobil terjun bebas ke jurang sedalam lima meter.

“Saya tidak lari, pas pas saja. Hanya saya kaget ketika ketemu motor disini. Kalau saya kencang mungkin tidak selamat,” ungkap Ferri.

Pantauan koran ini, sejak pagi, peristiwa ini menyedot perhatian warga sekitar termasuk pengguna jalan. Warga juga menuturkan, di Jembatan Sempit itu sudah sering kali memakan korban.

“Pernah brimob juga jatuh dan meninggal disini, kalau pemerintah tidak perhatikan atau membangun jembatan maka bukan tidak mungkin ada korban lain yang akan mati disini,”ujar Arman (roy)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *