Soal DOB Tanya ke Rakyat

Larensuz Kadepa (Gamel/Cepos)

JAYAPURA – Entah dari mana isu pemekaran Papua Tengah  belakangan ini menghangat. Namun pastinya jika berbicara tentang Daerah Otonomi Baru (DOB)  maka akan menimbulkan resistensi di tengah masyarakat.

Ada yang mendukung namun ada juga yang menolak. Namun terkait ini, salah satu anggota Komisi 1 DPR Papua, Laurensuz Kadepa berpendapat bahwa pemerintah harus melihat aspirasi dari masyarakat akar rumput.

Bukan dari kelompok atau tim-tim pemekaran yang kadang berseliweran untuk  mendorong isu pemekaran daerah. Pasalnya tidak semua kelompok tim pemekaran ini membawa aspirasi utuh dari masyarakat. Malah kadang nuansa kepentingan yang jauh lebih kental.

“Dalam sebuah negara, rakyat memegang kedaulatan penuh. Dan kebijakan apapun yang diambil negara atas Papua, tanya rakyat. Ini termasuk perpanjangan Otonomi Khusus yang akan berakhir dan isu pemekaran atau daerah otonomi baru,” kata Larensuz Kadepa di DPR kemarin.

Dari kalimatnya ini Ia berharap pemerintah tidak terlalu memaksakan diri dengan alasan apapun mengingat bila ingin memekarkan daerah maka harus dilakukan kajian yang realistis semisal jumlah penduduk. Kalaupun berbicara potensi tentunya Papua memiliki banyak hal.

“Tapi jangan dipaksakan sebab kita juga perlu mengevaluasi apa yang sudah terjadi dari kabupaten yang sudah mekar lebih dulu. Rakyat lebih memahami soal ini,” katanya.

Senada disampaikan Nason Uti bahwa saat ini  masih ada banyak hal yang harus dievaluasi dari berlangsungnya Otonomi Khusus. Jangan sampai dengan adanya pemekaran justru  melahirkan ketimpangan di tengah masyarakat.

“Toh selama ini yang kita lihat pemekaran masih untuk mereka  pemilik kekuasaan sementara masyarakat banyak yang tak merasakan dampak dari pemekaran itu sendiri,” imbuhnya. (ade/gin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *