Ninggei Siap Jadi lokasi Baru bagi Warga Kemiri

Robert Mboik Cepos

Foto bersama pemilik tanah bersama pemerintah daerah kabupaten Jayapura dan beberapa warga korban bencana di lokasi pembangunan rumah warga kemiri di belakang Gunung merah Sentani, Kamis (19/7)

SENTANI- Pemerintah Daerah Kabupaten Jayapura terus menunjukkan keseriusannya untuk merelokasi warga korban bencana banjir bandang yang berasal dari Kampung Kemiri. Setelah kawasan hutan kota gagal dijadikan sebagai tempat pembangunan rumah bagi warga korban bencana Kampung Kemiri, kini Pemerintah Daerah Kabupaten Jayapura memilih lokasi baru di belakang Gunung Merah Kantor Bupati Jayapura Sentani tepatnya di Ninggei.

Sekretaris Daerah Kabupaten Jayapura, Hanna Hikoyabi sudah menerima sertifikat tanah dari pemilik atas nama pdt Binilou di lokasi tersebut. Dalam sambutanya dia mengatakan, Bupati Jayapura Mathius Awoitauw yang mewakili Pemerintah Daerah Kabupaten Jayapura sangat prihatin terhadap keberadaan korban bencana yang terlalu lama ditampung diposko pengungsian.

Kata dia, pemerintah sama sekali tidak bermaksud membiarkan warga korban bencana bertahan terlalu lama di posko pengungsian. Namun karena adanya kendala lahan dengan pemilik ulayat maka pembangunan rumah bagi warga korban bencana itu juga terhambat.

Mengenai masalah lahan itu sebenarnya pemerintah berulang kali sudah melakukan negosiasi dengan pemilik ulayat maupun pemerintah provinsi Papua namun hingga saat ini belum ada titik temu.

Tidak ingin berlama lama dengan kondisi seperti itu kemudian Pemkab Jayapura mengambil langkah baru, dengan memindahkan lokasi relokasi ke Ninggei.

Sekda Hikoyabi mengatakan, mengenai penyelesaian pembayaran ganti rugi lahan itu akan diselesaikan oleh pemerintah daerah. Lanjut dia, setelah tahapan penyerahan lahan yang ditandai dengan penyerahan sertifikat ke Pemkab Jayapura selanjutnya akan dilakukan Land clearing sehingga segalah hal yang berkaitan dengan adanya aktifitas sebelumnya diatas tanah itu yang dianggap membahayakan penghuni kedepannya bisa dilangsung diatasi.

“Selanjutnya pihak pertanahan akan menyelesaikan hal hal yang dibutuhkan dalam proses pembangunan rumah itu. Disini akan dibangun 300 an rumah dengan model yang sama dan itu akan dilakukan Yayasan Buddha Tzu Chi,” sambungnya.

Dia menambahkan, selanjutnya pemerintah akan berkordinasi dengan yayasan Buddha Tzu Chi mengenai lokasi yang sudah disiapkan itu. Dia berharap, pembangunan rumah itu harus secepatnya bisa dilaksanakan. Sehingga relokasi juga segera dilakukan terhadap seluruh korban warga Kampung Kemiri. Sehubungan itu pemerintah juga akan menyediakan fasilitas penunjang lainnya seperti listrik instalasi air minum dan jalan akses menuju Perumahan tersebut.

“Paling lambat Natal itu warga (korban bencana) sudah tinggal disini. Jadi Kami pemerintah tidak bisa bekerja sendiri masih membutuhkan masyarakat untuk menopang seluruh program pemerintah agar bisa berjalan,” tambahnya (roy)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *