Venue Selam PON Ditetapkan di Kota Jayapura

Buyung Lalana (Erik / Cepos)

JAYAPURA-Pengurus Besar Persatuan Olahraga Selam Seluruh Indonesia (PB POSSI) menetapkan venue selam PON XX, Tahun 2020 di Kota Jayapura. Penegasan itu disampaikan Ketua PB POSSI, Mayor Jenderal TNI Mar (Purn) Buyung Lalana kepada awak media usai melakukan pertemuan dengan Sekretaris Umum KONI Papua, Kenius Kogoya, Kamis, (18/7).

“Ya, dengan berbagai pertimbangan dan hasil kunjungan Technical Delegate ke Papua, kita akhirnya merekomendasi tempat pertandingan selam di Jayapura, lokasinya di depan Kantor Gubernur Dok II,” ungkapnya.

Terkait dengan nomor pertandingan, katanya, kurang lebih 14 nomor yang sudah ditetapkan oleh PB POSSI. Tetapi masih terbuka untuk ditambah untuk fins swimming nomor laut dan kolam.

“Untuk nomor pertandingan, masih bisa ditambah, nanti kita akan koordinasi lagi kedepan bersama pengurus POSSI maupun Papua sebagai tuan rumah,” ujarnya.

Ditetapakannya Kota Jayapura sebagai lokasi venue PON XX, Tahun 2020, bukan berarti tidak ada iven di Biak, lanjutnya, PB POSSI ke depan akan mengupayakan iven-iven selam di Kabupaten Biak, karena kabupaten yang dijuluki kota karang itu mempunyai potensi wisata yang sangat luar biasa.

“Biak akan kita promosikan ke depan, karena banyak sejarah, salah satu iven yang perlu dilakukan ke depan di Biak ada freedive, olahraga menyelam ini sangat mendunia, jika iven freedive ini bisa dilaksanakan, tentu penyelam-penyelam mancanegara akan datang ke Biak,” ucapnya.

Sementara itu, Sekretaris KONI Papua, Kenius Kogoya mengatakan, usulan TD cabang olahraga selam meminta tempat pertandingan Cabor selam itu di Jayapura, namun dari diskusi yang sudah terbangun dari awal lokasinya di Biak. Oleh karena itu, masalah lokasi venue selam perlu dikoordinasi lagi dengan PB PON Papua.

“Prinsip kami, KONI ikut saja, dan TD juga sudah sampaikan pertandingan kalau bisa dilaksanakan di Jayapura, dan Pemerintah Biak juga bersedia menyelenggarakan pertandingan Selam di sana, makanya perlu dibicarakan lagi,” jelasnya.

Namun KONI Papua akan mendukung keputusan yang diambil oleh PB PON Papua. Tetapi menurut Kenius, jika di Jayapura lebih bagus, mengingat atlet selam selama ini berlatih di Jayapura.

“Kalau TD sudah putuskan di Jayapura, ini perlu menjadi catatan, karena TD pasti punya pertimbangan khusus sampai putuskan venue Selam itu di Jayapura,” katanya.

Kenius menambahkan, pertimbangan lainnya dari TD adalah lokasi pertandingan nomor kolam. Dimana, di Biak tidak ada kolam renang yang memenuhi standar, dan jika dibangun waktu sudah dekat. Sementara di Jayapura nomor kolam bisa dipertandingkan di venue Aquatik di Kampung Harapan, Kabupaten Jayapura.

“Jadi, catatan dari TD ini yang akan menjadi perhatian dan kami dari KONI pasti akan berkoodinasi dengan PB PON, agar mungkin bisa ditukar saja dengan cabor lain yang bisa dipertandingkan di Kabupaten Biak,” tandasnya. (eri/tho)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *