Tendon Tangan Kiri Putus, Pelaku  Penganiayaan Dituntut 4 Tahun

Terdakwa Marselus Kandemu alias Marcel saat mendengarkan  tuntutan yang dibacakan JPU dalam sidang lanjutan  kemarin. Terdakwa dituntut selama 4 tahun penjara. (Sulo/Cepos)

MERAUKE- Marselus Yauwua Kandemu alias  Marsel (21)  yang melakukan penganiayaan  terhadap korban Alexander Wirem  yang menyebabkan  tendon  otot  tangan kirinya putus  akhirnya  dituntut selama 4 tahun penjara oleh Jaksa Penuntut Umum  Sebastian  P. Handoko, SH dalam sidang lanjutan yang  digelar di Pengadilan Negeri Merauke,  Selasa (16/7). Terdakwa dinyatakan terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan penganiayaan   membuat  korban mengalami luka  berat permanen.

  Kasus   penganiayaan  ini dilakukan terdakwa di depan Kantor  Statistik Kabupaten Mappi , 17 Maret 2019  sekitar pukul 20.00 WIT. Berawal saat korban melintas di Jalan Poros    Agham Kilo 5  Kepi tepatnya di depan Kantor Statistik Kabupaten Mappi.  Saat dalam perjalanan itu, korban melihat ada beberapa orang di depan Kantor Statistik Kabupaten  Mappi  diantaranya Demianus Kamimu.

   Saat itu, korban bertanya  kepada  Demanus Kamimu ada apa yang  dijawab jika HP miliknya   ditahan oleh   terdakwa. Saat  itu terdakwa ada di  dalam mobil  depan pintu. Kemudian   korban meminta kepada Demianus untuk sabar, lalu   korban mendekati terdakwa dan meminta   untuk mengembalikan HP   kepada pemiliknya tersebut.

  Namun  terdakwa meminta   korban untuk tidak ikut campur  jika tidak  tahu  masalah. Lalu terdakwa memukul  korban. Pukulan  tersebut dibalas oleh korban membuat    terdakwa keluar dari dalam mobil membawa parang selanjutnya menyerang  korban beberapa kali. Pertaa pada  bagian perut lalu leher dan tangan     korban membuatkorban terjatuh. Melihat  korban  terjauh, terdakwa langsung melarikan    diri dengan menggunakan mobil.

  Atas tuntutan tersebut, terdakwa meminta  keringanan kepada Majelis Hakim dengan  alasan memilii keluarga. Namun Jaksa   penuntut umum menyataan tetap pada tuntutannya. (ulo/tri)   

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *