Warga Pati Harus Berikan Kontribusi Bagi Tanah Papua 

Ketua HKJM Papua Dr.H.Sarminanto, SH.,MM., saat melantik kepengurusan KKP Papua periode 2019-2024, sekaligus melaksanakan halal bihalal KKP Kota Jayapura di PTC Entrop, Minggu (14/7)kemarin.

JAYAPURA-Kehadiran Organisasi kemasyarakatan (Ormas), harus bisa menjadi mitra pemerintah dan pengikat rasa kebersamaan antar warga, serta membawa kedamaian di daerah itu. Sehingga, jangan sampai hadirnya Ormas, malah menjadi sumber permasalahan dan kekacuan, dimana Ormas itu berada. Hal ini dikatakan Ketua Himpunan Keluarga Jawa Madura (HKJM) Papua Dr. H.Sarminanto, SH.,MM., dalam melantik kepengurusan KKP Papua periode 2019-2024, dilanjutkan pelantikan pelantikan KKP Kota, Kabupaten Jayapura dan Kabupaten Keerom, sekaligus halal bihalal KKP di PTC Entrop, Minggu (14/7)kemarin.

 

“Saya harap hadirnya Kerukunan Keluarga Pati (KKP) di Tanah Papua, harus bisa membawa kesejukkan, kedamaian dan kebersamaan dalam bingkai NKRI serta terus mendukung program pemerintah, jangan malah membawa kerusuhan atau ancaman terhadap warga lain di Tanah Papua,’’ungkapnya.

 

Diakui, sebagai warga perantau di Tanah Papua, warga Pati yang tergabung dalam KKP jumlahnya tidak sedikit, untuk itu, diharapkan melalui wadah ini, kehadiran warga pati bisa memberikan kesejukkan, selalu berpartisipasi dan terus mendukung program pemerintah, baik dalam menjaga Kamtibmas, kebersihan maupun kerukunanan dan toleransi antar umat beragama.

 

Ditempat yang sama, Ketua KKP Papua H. Marsudi, ST, SE.,MM.,berharap, dengan dilantiknya kepengurusan KKP Papua dan Kabupaten/Kota periode 2019-2024, kepengurusan ini bisa berjalan dengan baik dan sukses, diharapkan KKP bisa menjadi mitra pemerintah baik dalam hal pembangunan maupun kepedulian terhadap sosial kemasyarakatan. Karena, hadirnya warga pati di Tanah Papua, harus ada kontribusi nyata.

“Warga pati harus memberikan kontribusi apapun bidang dan profesinya, harus ada rasa memiliki dan mau berpartisipasi dalam pembangunan. Mennjadi bagian KKP harus loyal berani korbankan waktu, tenaga dan pikiran untuk sosial kemasyarakatan,’’jelasnya.(dil)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *