Jual Balo, Pasutri Dibekuk Polisi

Anggota Satnarkoba Polres Jayawijaya saat mengamankan barang bukti 40 liter milo jenis Balo dan dua pelaku yang merupakan pasutri. (Denny/ Cepos)

WAMENA-Aparat kepolisian Polres Jayawijaya mengamankan  pasangan suami istri (Pasutri) berinisial NW (Suami) dan DW (Istri) yang kedapatan menjual minuman keras (miras) lokal jenis balo di rumah mereka di Jalan Sudirman Wamena, Sabtu (13/7) pukul 08.00 WIT. Kedua pelaku dan barang bukti langsung digalang ke Mapolres Jayawijaya.

   Penangkapan ini merupakan tindak lanjut dari laporan warga yang resah dengan aktifitas para pelaku, NW dan DW, yang sering menjual miras secara sembunyi –sembunyi. Saat digerebek, polisi  menemukan  40 liter barang bukti miras jenis Balo.

   Kapolres Jayawijaya, melalui Kaurbin Ops Satnarkoba Aiptu Angki Victor Wally mengatakan saat melakukan penggerebekan, kedua pelaku berada di TKP dan langsung mengakui perbuatannya dengan menunjukkan tempat penyimpanan balo tersebut yang sengaja disembunyikan agar tak diketahui oleh aparat kepolisian.

  “Tidak ada perlawanan, tersangka suami isteri dan sementara kita sudah melakukan proses pemeriksaan dan rencananya Senin nanti akan kita lakukan sidang Tipiring,” ungkapnya Sabtu (13/7) kemarin.

  Kata Victor Wally, kedua pelaku dijerat pasal tipiring sesuai peraturan daerah Jayawijaya, karena tersangka ini tidak memenuhi unsur-unsur jika diterapkan pasal 204. Mereka juga baru pertama kali ditangkap dalam kasus ini, sehingga tindak lanjutnya diajukan dalam tindak pidana ringan.

  “Ancaman hukuman maksimal 5 bulan dengan denda Rp 50 juta tergantung dengan keputusan hakim dalam sidang tipiring nanti,”katanya.

  Menurutnya lokasi tempat dilakukan penggerebekan penjualan milo ini merupakan lokasi baru karena berada di lokasi yang tersembunyi sehingga sulit juga ditemukan. Pihaknya menduga masih ada tempat –tempat penjualan miras yang masih belum diketahui sehingga aparat kepolisian akan melakukan penyelidikan lebih lanjut lagi ke depan.

  “Kami imbau kepada masyarakat apabila mengetahui tempat –tempat penjualan miras yang masih melakukan aktifitas jual belinya untuk segera dilaporkan kepada kepolisian agar bisa ditindak lanjuti di lapangan,”tegas Wally.

  Ia menambahkan jika, masalah miras ini menjadi salah satu faktor adanya kasus kriminal di Jayawijaya sehingga sesuai   perintah   Kapolres Jayawijaya untuk menindak tegas pelaku penjual, pembuat miras di   masyarakat.

  “Kalau ada laporan dari masyarakat yang merasa resah dengan aktifitas penjualan miras seperti yang kami temukan ini, bisa kami tindak lanjuti dengan cepat,”tambahnya. (jo/tri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *