Dampak Pileg, Dua Bulan  Kantor Distrik Maima Dipalang

Kantor Distrik Maima Kabupaten Jayawijaya yang tak ada aktifitas perkantoran selama 2 bulan akibat dipalang dan kunci kantor tersebut diambil. (Denny/ Cepos)

WAMENA-Dampak dari pelaksanaan pemilihan umum legislatif di Jayawijaya April lalu, Kantor Distrik Maima Kabupaten Jayawijaya tak beraktifitas selama 2 bulan terakhir. Sebab, kantor tersebut dipalang dan kunci kantor tersebut dibawa entah kemana. Masyarakat dari 7 kampung yang ada di Distrik tersebut juga kesulitan untuk mendapatkan pelayanan di Kantor Distrik.

  Salah seorang Staf  Seksi Umum Kantor Distrik Maima Hermanus Mulaik mengungkapkan bahwa pemalangan kantor distrik tersebut dilakukan usai KPU Kabupaten Jayawijaya melakukan pleno penetapan hasil perolehan suara tingkat Kabupaten. Saat itu, sewaktu ia ingin menaikan bendera melihat adanya pemalangan sehingga ia langsung kembali ke rumah.

  “Usai melakukan pemalangan kantor Distrik Maima, beberapa oknum warga  datang ke rumah saya di sebelah kantor distrik untuk meminta kunci dalam keadaan dipengaruhi miras, karena saya yang memegang kunci dan saya memberikan kunci,”ungkapnya kepada wartawan saat ditemui di kantor Distrik Maima, Sabtu (13/7).

  Usai memberikan kunci, lanjut Hermanus, hingga hampir menjelang 2 bulan ini kantor Distrik Maima tak beroperasi memberikan pelayanan kepada masyarakat. Ia tidak tahu penyebab terjadinya pemalangan yang dilakukan, buntut dari pemalangan ini masyarakat dari 7 Kampung kesulitan dalam melakukan pengurusan KTP atau kartu keluarga.

  “Masalah ini sebenarnya harus diselesaikan oleh Pemda Jayawijaya yang turun tangan, karena kita dari distrik tak bisa berbuat apa-apa, bahkan kalau kita yang membuka palang tersebut bisa terjadi bentrokan fisik sehingga mungkin bupati yang harus turun menyelesaikan masalah ini,”katanya.

  Ia bersama dengan kepala distrik tak bisa berbuat banyak untuk masalah ini, sehingga ia meminta kepada pemda untuk bisa mengaktifkan kembali pelayanan di Distrik Maima karena ini juga untuk kebutuhan masyarakat.

  “Kami sementara ini masih menunggu Bupati Jayawijaya untuk datang menyelesaikan masalah ini, beberapa hari ini bupati tak ada di tempat, sehingga kalau bupati sudah ada barulah kita akan menghadap untuk memberitahukan masalah ini,”jelasnya.(jo/tri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *