Indonesia Tandatangani Nota Kesepahaman Pembukaan Hubungan Diplomatik dengan Cook Island dan Nieu

Menteri Luar Negeri (Menlu) RI Retno Marsudi berbincang akrab dengan Perdana Menteri Cook Island Henry Puna, usai  melakukan penandatangan nota kesepahaman pembukaan hubungan diplomatic kedua negara di Auckland, New Zealand Jumat (12/7) (Lucky/Cepos)

Menlu Mengadakan Pertemuan Bilateral dengan Sembilan Negara Pasific

AUCKLAND – Ajang Pasific Exposition sekaligus menjadi ajang Pemerintah Indonesia memperat hubungan kerjasama diplomatic dengan dengan negara-negara di kawasan Pasifik. Usai pembukaan Pasific Exposition di Skycity Convention Center, Jumat (12/11),
Menteri Luar Negeri (Menlu) RI Retno Marsudi mengadakan pertemuan bilateral dengan sembilan negara Pasifik.
Kesembilan negara tersebut yakni Selandia Baru, Australia, Papua New Guinea (PNG), Tuvalu, Kiribati, Solomon Island, Cook Island, Niue, termasuk pertemuan dengan pimpinan Melanesian Spearhead Group (MSG),
“ Dalam rangkaian pertemuan tersebut, membahas isu-isu mengenai perubahan iklim, penanganan bencana serta kerja sama dalam bidang peningkatan kemampuan dan keterampilan,” ujar Menlu Reto kepada awak media.
Dari pertemuan bilateral 9 negara Pasific ini, dua diantaranya Pemerintah Indonesia menandatangani nota kesepahaman pembukaan hubungan diplomatik yakni dengan Cook Island dan Niue.
Menurut Menlu, jika sudah memiliki hubungan resmi, maka akan lebih mudah untuk meningkatkan kerja sama dalam berbagai bidang dan menangani isu yang muncul dalam kaitan dengan dua negara, misalnya di Cook Island, tanpa disadari hampir 200 pekerja Indonesia ada di wilayah tersebut,” ujar Menlu Retno.
Dikatakan, Perdana Menteri Cook Island menyambut baik dan sangat senang menerima pekerja Indonesia karena bekerja para pekerja Indonesia kinerjanya dinilai baik. Ia bahkan akan menambah tenaga kerja dari Indonesia jika negaranya membutuhkan tenaga kerja lagi.” Ini merupakan peluang bagi mereka, ” kata Menlu Rento menyampaikan tanggapan PM Cook Island.
Sementara pertemuannya dengan Niue, mereka membahas banyak bidang kerjasama, seperti sector perikanan, dan pembangunan berkelanjutan. Niue juga mengapresiasi peran Indonesia di Pasifik yang bagi mereka cukup penting.
” Niue mengharapkan kerja sama yang sifatnya praktikal. Jika melihat data yang ada, perdagangan kita ( Indoensia, red) dengan negara tersebut tidak jelek, sehingga dengan hubungan resmi maka akan lebih mudah bicara mengenai dan memetakan peluang-peluang yang dapat kita kerjakan,” ujarnya lagi.
Dari data yang ada, misalnya 2018, perdagangan Indoensia dengan Niue 129,2 persen, naik 145 persen dari tahun 2017 yang jumlahnya 52,5 juta.
Untuk pertemuan dengan beberapa Negara pasifik lainnya, umumnya kembali memperat kerjsama, komunikasi dan meningkatkan peran masing-masing untuk saling mendukung dalam berbagai bidang. (luc)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *