Sopir Taxi Dok IX Merasa Tak Nyaman

Para sopir taxi Dok IX melakukan aksi penggalangan dana di depan Stadion Mandala Jayapura, Jumat (12/7)

JAYAPURA – Buntut dari tewasnya seorang sopir yang tewas dikeroyok Jumat (12/7) kemarin, para sopir taxi jalur Dok IX Jayapura akhirnya angkat suara. Mereka mengaku selama ini tidak nyaman bekerja karena merasa terancam. Jika dulu-dulu mereka bisa narik hingga jam 11 malam, kini mereka harus pulang jam 7 malam. Para sopir meminta polisi memastikan keamanan saat mereka bekerja.

“Sudah ada sejumlah kasus yang menimpa teman kami. Pertama telinganya dipotong, kedua kaca mobil di lempar dan ketiga teman kami mati,” ucapnya dengan nada tinggi saat ditemui di depan Stadion Mandala Jayapura, Jumat (12/7). Ia dan para sopir lainnya kemarin sepakat mogok sebagai bentuk solidaritas antar sesama sopir. Aksi ini akan berlanjut hingga jenasah dimakamkan. Mereka juga melakukan penggalangan dana untuk keluarga korban.

“Kami akan mogok sampai jenasah dimakamkan,” tegasnya. Dari kasus demi kasus yang terjadi kata Eli pihaknya minta polisi lebih sering melakukan patroli. “Saya narik sejak tahun 1999 dan selama itu aman. Saat ini kami terancam. Polisi harus sering patroli, jangan sampai ada korban lagi,” tegasnya.

Sopir lainnya, Demus Kapitan juga meminta hal serupa. “Yang jelas kami sudah merasa tidak nyaman. Dulu ada Garnisun dan apakah ini bisa dihidupkan kembali,” kata sopir yang bekerja sejak tahun 1984 ini. (Ade)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *