Sering Dikeluhkan Warga, Dinas PU Akan Perbaiki Saluran Air di Pasar Lama Sentani

Genangan air beraroma tidak sedap di sekitar jalan Pasar Lama Sentani yang sering dikeluhkan warga, Jumat (12/7). Robert Mboik Cepos

SENTANI- Belakangan ini masyarakat di sekitar Pasar Lama Sentani mengeluhkan kondisi ruas jalan yang dipenuhi air  beraroma tidak sedap yang berasal dari saluran pembuangan. Menyikapi masalah itu Kepala dinas pekerjaan umum Kabupaten Jayapura, Tery Ayomi saat dikonfirmasi Cenderawasih Pos Jumat, (12/7) di kantor Bupati Jayapura berencana akan menormalisasi saluran air disekitar pasar tersebut.

“Saluran itu sebenarnya baru diperbaiki tahun 2017 lalu. Tapi karena kesadaran kita semua sehingga aliran itu kembali tersumbat,” ungkap Tery Ayomi.

Dikatakan, menyikapi persoalan itu pihaknya akan memprogramkan penanganannya, apakah berupa pembersihan sampah dan sedimentasi yang terdapat dalam saluran atau harus membangun baru.

Menurutnya, rendahnya kesadaran masyarakat mengakibatkan saluran air yang dibangun permanen itu tersumbat.

Pantauan ceposonline.com, sudah lebih dari sebulan air limbah yang bersumber dari rumah tangga ini meluap ke Jalan Utama Pasar Lama.

Hal ini telah berdampak pada kerusakan beberapa titik jalan di Pasar lama akibat tingginya aktivitas lalu lintas kendaraan di jalan tersebut.

Sementara itu saluran air yang sedianya dibangun untuk mengalirkan air bekas konsumsi rumah tangga itu tidak lagi berfungsi dengan baik.

Terlihat beberapa titik saluran air tersebut juga sudah mengalami kerusakan. Selain itu terdapat pula tumpukan botol-botol dan sampah plastik di dalam saluran air itu.

Kejadian ini sangat membuat tidak nyaman situasi di sekitar Kompleks Pasar karena aroma air yang bercampur lumpur itu mengandung bau yang tidak sedap.

Dinas PU pun berharap agar masyarakat bekerja sama untuk menjaga kebersihan di sekitar Komplek keramaian itu, misalnya sampah sampah yang berasal dari aktivitas masyarakat tidak dibuang ke saluran drainase.

“Anggaran kita terbatas, dari waktu kewaktu bukan satu persolaan saja yang kita selesaikan. Tapi banyak yang harus kami selesaikan. Kalau yang sudah dibangun tidak dijaga, tentunya kita semua akan rugi,” tandasnya.(roy)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *