Korban Sempat Memberontak Dan Meminta Tidak Dibunuh

Kedua tersangka, RL dan CL ketika memperagakan cara memukul dan menjerat korban hingga tewas di atas mobil Avansa dalam reka ulang di Jalan BMJ Biak, Kamis (11/7) kemarin. (Fiktor/Cepos)

Dari Rekonstruksi Pembunuhan Berencana Waria di Biak

BIAK-Penyidik Satreskrim Polres Biak Numfor melakukan reka ulang terhadap kasus pembunuhan Ilham Husein (39) alias Ilo. Dua tersangka, masing-masing RL dan CK alias CL melakukan 48 adegan dalam reka ulang yang mendapat pengawalan ketat dari pihak kepolisian Polres Biak Numfor itu.

   Reka ulang dilakukan di empat lokasi yang berbeda  dan dihadiri langsung jaksa penuntut umum dari Kejaksaan Negeri Biak. Reka ulang itu dimulai rumah kos tersangka, lalu ke salah satu pangkalan rental mobil dimana sebuah mobil Avanza itu disewa dan digunakan membawa korban, lalu di Jalan BMJ, Pelabuhan BMJ dan terakhir reka ulang di Suneri Distrik Yendidori tepatnya jalan ke Biak Barat.

   Dari reka ulang itu terungkap kalau pembunuhan terhadap Ilo yang juga adalah waria itu, direncanakan dengan matang dengan tujuan akan mengambil barang-barang berharga milik korban seperti cicin emas dua buah, kalung dan gelang emas.

  Sebelum korban dibawa, tersangka RL menghubungi korban lalu dijemput dengan sebuah mobil Avanza itu.  Ajakan RL lewat HP itu langsung direspon korban, pasalnya RL dengan korban sudah dikenal cukup dekat sehingga tidak memiliki kecurigaan lain. Saat itu korban ketika dijemput langsung naik di atas mobil Avanza,  lalu duduk di depan tepatnya disamping RL lalu jalan.

  Dalam perjalanan, korban mengira hanya RL di atas mobil yang nyetir. Namun   ketika sampai, di Jalan BMJ (jalan sunyi tidak ada rumah) tiba-tiba tersangka CL pindah ke kursi tengah. korban pun saat itu kaget. Korban tidak tahu kalau ada CL sembunyi di bagian belakang mobil Avanza itu. Pasalnya, kursi bagian belakang semuanya dilipat.

  Tidak lama pindah ke kursi tengah, tersangka RL langsung menjerat leher korban dengan tali jemuran.  Saat korban dijerat, korban berupaya melakukan perlawanan dengan menahan tali di lehernya. Karena tidak langsung meninggal,  RL yang berupaya menarik kuat tali itu, sementara korban berupaya memberontak dengan menahan jeratan tali di lehernya sempat meminta supaya tidak membunuhnya. Korban sendiri memiliki badan agak kekar dan besar, sementara kedua tersangka postur badannya kurus.

  “Ambil saja barang saya, tapi jangan bunuh saya,” begitu kata korban seperti yang diucapkan oleh RL dalam rekonstruksi ulang kasus pembunuhan itu. Meski sudah meminta supaya tidak dihabisi, tali jeratan di lehernya itu tetap ditarik keras oleh RL.

  Melihat korban berusaha menahan tali di lehernya sambil duduk di kursi bagian depan mobil, CL melepas stir mobil dan memukul bagian pelipis korban, memukul bagian dada dan rusuk korban. Ketika CL memukul korban itulah, akhirnya tidak fokus menahan tali jeratan yang terus ditarik tersangka RL akhirnya korban meninggal.

  Setelah meninggal, tersangka tidak langsung pergi membuang korban ke Suneri jalan ke menuju ke Biak Barat, mereka pergi ke Pelabuhan BMJ yang tidak terlalu jauh dari TKP dimana korban dihabisi. Kedua tersangka ke Pelabuhan BMJ dengan alasan menenangkan diri dan membuang barang korban lainnya yang tidak berharga.

  Di Pelabuhan BMJ itu, tersangka melucuti barang berharga milik korban seperti cicin, kalung dan gelang. Dari Pelabuhan BMJ, mereka selanjutnya membawa korban ke Suneri lalu dibuang ke semak-semak dan kemudian ditutupi daun-daun.

   “Dalam rekonstruksi juga terungkap beberapa keterangan yang akan menjadi tambahan dalam BAP. Salah satunya misalnya, terungkap kalau tersangka CL awalnya tidak diketahui korban ada di atas mobil, namun di Jalan BMJ baru diketahui karena awalnya bersumbunyi kursi paling belakang yang kebetulan terlipat,” ujar Kasat Reskrim Polres Biak Numfor AKP Jeffri Tambunan, S.IK.,SH.  (itb/tri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *