Puluhan Pemuda Bersihkan Sungai di Sentani

Pemuda peduli sungai dan danau di Dunlop saat membersihkan salah satu sungai di dunlop, Kamis (11/7). Robert Mboik Cepos

SENTANI-Puluhan pemuda yang tergabung dalam Forum Pemuda peduli sungai dan danau yang merupakan OKP binaan KNPI Distrik Sentani turun langsung membersihkan sampah di sungai di Dunlop Sentani, Kamis (11/7).

Dwight Ridho Taime, ketua pemuda peduli sungai dan danau di Dunlop mengatakan, gerakan itu muncul sebagai bentuk kepedulian pemuda terhadap lingkungan dan juga kepedulian kaum muda terhadap program pemerintah menuju go Adipura dan penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional yang akan diselenggarakan di Papua pada 2020 mendatang.

“Ini bentuk kepedulian kami, sehingga melalui kegiatan ini kami ingin mengajak seluruh masyarakat agar peduli terhadap lingkungan,” kata Dwight Ridho Taime, Kamis (11/7).

Dia mengatakan, saat ini sebagian besar sungai yang mengalir di daerah Sentani sudah mengalami pencemaran akibat sampah dan limbah yang berasal dari rumah tangga penduduk di daerah Sentani. Masalah ini yang kemudian memicu terjadinya pencemaran terhadap air yang ada di danau Sentani.

Berangkat dari hal itu para pemuda diwilayah itu langsung mengambil sikap untuk bekerja dan membersihkan sampah yang ada.

“Dulu waktu kami masih kecil sungai ini bersih dan kami sering mandi. Sekarang sudah dipenuhi sampah. Kami juga meminta kepada pemerintah daerah agar memberi ketegasan terhadap masyarakat agar tidak membuang sampah dan limbah rumah tangga ke sungai,” ungkapnya.

Sementara itu, Felice Arwin Yoku selaku ketua KNPI Distrik Sentani sangat mengapresiasi kepedulian pemuda yang ada di wilayah Dunlop dalam membersihkan sungai dari sampah. Menurutnya, apa yang sudah dilakukan pemuda di distrik Sentani itu harus menjadi contoh bagi masyarakat masyarakat lain yang ada di Kabupaten Jayapura. “Sampai saat ini sungai sangat tercemar setidaknya kita harus mengambil tindakan lebih cepat sebelum semuanya terlambat, apalagi kita akan menjadi tuan rumah untuk ivent besar PON,” ungkapnya.

Menurutnya, akibat tercemarnya sungai yang menyuplai air ke danau Sentani saat ini berdampak pada buruknya kualitas air di danau Sentani. Air danau Sentani kini tidak bisa dikonsumsi untuk kebutuhan rumah tangga. “Intinya sungai-sungai yang ada saat ini yang menjadi pengantar sampah dan limbah ke danau Sentani harus segera diperhatikan,” tegasnya. (roy)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *