Belum Dialokasikan Dana Otsus Mempengaruhi Kinerja OPD

Robert LN Awi, ST.MT  (Priyadi/Cepos)

JAYAPURA- Akibat dana Otonomi Khusus (Otsus) Papua yang tidak kunjung dialokasikan mempengaruhi kinerja Organisasi Perangkat Daerah(OPD) dilingkungan Pemkot. Pasalnya ada beberapa program kegiatan yang danannya bersumber dari dana Otsus Provinsi Papua.

Kepala Disperindagkop dan UKM Kota Jayapura Robert LN.,Awi,ST.,MT., contohnya Ia mengaku dana Otsus belum cair pihaknya tidak bisa membayar gaji pendamping yang bertugas dalam memberikan pendampingan bagi pelaku usaha, termasuk dana Otsus digunakan untuk kegiatan sosialisasi, bantuan untuk koperasi yang dapat mensejahterakan warga untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dan program lainnya.

”Kami di Disperindagkop dan UKM sebanyak 80 persen anggaran kegiatan bersumber dari dana Otsus, karena berhubungan dengan pemberdayaan pendampingan, sekaligus pembinaan kepada pelaku usaha OAP. Kami khawatir jika dana Otsus tidak kunjung dicairkan, kami tidak bisa membayar gaji pendamping di 5 distrik dan pelaku usaha yang selama ini kami dampingi tentu bisa merasakan kesulitan dalam hal peningkatan mutu dan pengelolaan usaha,”katanya, Rabu (10/8).

Hal senada juga sebelumnya dikatakan Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana serta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Jayapura dengan belum dicairkannya dana Otsus, menghambat semua program kegiatan yang selama ini sudah dibuat.

Seperti Dinas P&K, belum ada penerimaan lulusan SMA yang dikuliahkan di UKWS Salatiga dan lainnya dan untuk DP3AKB kegiatan sosialisasi di lapangan maupun lainnya.

Hal ini juga berpengaruh terhadap realisasi penyerapan anggaran keuangan dan fisik TA 2019, dimana saat ini masih belum maksimal masih di bawah 40 persen untuk fisik dan keuangan justru lebih turun lagi.(dil/gin)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *